Mendag Budi Ungkap Sikap Indonesia soal Tiga Isu Dagang di G20
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PPP M.Romahurmuziy./Bisnis
Harianjogja.com, JAKARTA—Partai Persatuan Pembangunan menyoroti keberadaan tabloid Obor Rakyat sebagai biang kemunculan isu komunis terhadap Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014 lalu.
Karena itu, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, akrab disapa Rommy, meminta kader partainya membersihkan stigma komunis yang disematkan kepada Jokowi, calon yang didukung partai itu pada Pemilihan Presiden 2019.
Menurut Rommy, penjelasan Jokowi tidak terkait dengan komunis penting karena masih banyak masyarakat yang salah paham akibat propaganda pada Pemilihan Presiden 2014, termasuk kader dan simpatisan PPP sendiri.
“Seluruh kader harus ikut menjelaskan dan menetralisir bahwa isu komunis itu buatan, mulai dan hanya untuk kepentingan Pilpres 2014 serta disebarkan masif pertama kali oleh tabloid Obor Rakyat yang disebar ke pondok-pondok pesantren dan masjid seluruh Indonesia,’ kata Rommy dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Bukti hoaks dan palsunya Obor Rakyat, kata Rommy, adalah pemimpin redaksi dan redaktur pelaksananya sudah divonis penjara pada 22 November 2016. “Saat Gerindra, PKS, dan PAN bersama PDIP mengusung Jokowi sebagai Wali Kota Solo 2010 juga tidak pernah ada isu PKI,” ucapnya.
PPP sendiri, lanjut Rommy, selama ini belum pernah menjadi partai pengusung atau pendukung Jokowi, baik pada pemilihan wali kota Solo pada 2005 dan 2010, Pilgub DKI 2012, maupun Pilpres 2014.
Menurut Rommy, keputusan PPP mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 didasarkan pertimbangan yang rasional melihat kepemimpinan Jokowi selama menjabat presiden.
“Dukungan PPP ke Jokowi 2019 murni karena pribadinya yang bersahaja, berangkat dari dan dekat dengan rakyat, kinerjanya nyata terukur dan jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan komunis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.