2 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Polisi Saat Meliput Hari Buruh di Bandung
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung, Rabu (1/5/2019), diwarnai kericuhan. Bahkan, dua jurnalis menjadi sasaran kekerasan saat terjadi keributan.
Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam Indonesia Fashion Week 2018. (Youtube)
Harianjogja.com, JAKARTA- Sukmawati Soekarnoputri, putri keempat presiden pertama RI Soekarno menangis saat menyampaikan klarifikasi terkait puisinya yang dianggap sebagian masyarakat menista agama.
Sukmawati Soekarnoputri, Rabu (4/4/2018), akhirnya menyampaikan klarifikasi atas puisi Ibu Indonesia yang dia bacakan dalam Indonesia Fashion Week di Jakarta belum lama ini. Bahkan sambil menangis, Sukmawati meminta maaf atas ketersinggungan sebagian masyarakat muslim Indonesia karena puisi tersebut.
Didampingi Halida Hatta, putri Bung Hatta, Sukmawati mengatkaan tidak bermaksud menghina siapapun dalam puisi tersebut. Dia mengungkapkan puisi itu sebenarnya sudah ditulis sejak lama dan merupakan bagian dari buku kumpulan puisi Ibu Indonesia yang sudah terbit pada 2006 lalu. Sukmawati menyatakan dirinya juga bangga atas keislamannya dan menyebut Bung Karno yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah dan diakui Nahdlatul Ulama (NU).
Terkait isi puisi tersebut yang dianggap kontroversial, Sukmawati menjelaskan latar belakang pembuatan puisi tersebut. "Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli," kata dia.
Berikut klarifikasi lengkap Sukmawati Soekarnoputri dalam konferensi pers hari ini:
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka!
Sehubungan dengan dinamika dan pro kontra terkait puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan dalam 29 tahun Anne Avanti berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018 yang ternyata telah memantik reaksi dari sebagian kalangan umat Islam. Dengan ini saya bermaksud untuk menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:
1. Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni cultural identity, yang semata-mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati, dan murni merupakan karya sastra Indonesia. Saya mewakili pribadi tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia.
2. Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya, putri seorang proklamator Soekarno yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapat gelar dari NU sebagai waliyyul amri addaruri bi asyyaukah, pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh.
3. Puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang saya tulis yang menjadi bagian dari buku kumpulan puisi Ibu Indonesia (Sukmawati menunjukkan gambar buku) yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.
4. Puisi ini juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan dari melalui suara kebudayaan sesuai tema acara. saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan sebagaimanan cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini, Islam yang bagi saya begitu agung, mulia, dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Kartini Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbineka tapi tetap tunggal ika.
5. namun dengan karya sastra dari puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam. dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin (menangis). Kepada umat Islam Indonesia khususnya khususnya yang bagi yang merasa tersingung dan keberatan dengan puisi Ibu Indonesia. Selain itu saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Avanti dan keluarga, serta apresiasi dan terima kasih kepada fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif.
Demikian klarifikasi saya sampaikan melalui konferensi pers ini. Smeoga saudara sebangsa dapat menyikapi persoalan ini dengan bijaksana. Atas perhatian semua pihak saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Merdeka."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung, Rabu (1/5/2019), diwarnai kericuhan. Bahkan, dua jurnalis menjadi sasaran kekerasan saat terjadi keributan.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.