KISAH UNIK : Rayakan Kebodohan, Komuter London Tak Bercelana

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Senin, 11 Januari 2016 23:20 WIB
KISAH UNIK : Rayakan Kebodohan, Komuter London Tak Bercelana

Hari Tak Bercelana (JIBI/Harian Jogja/Mirror)

Kisah unik berikut datang dari London.

Harianjogja.com, LONDON-Kereta bawah tanah London hari Minggu (10/1/2016) terlihat berbeda. Sebagian penumpang mengenakan berbagai kebutuhan musim dingin. Namun itu hanya untuk bagian tubuh pinggang ke atas, sedang pinggang ke bawah, mereka hanya mengenakan pakaian dalam.

Dilansir dari Mirror, perayaan ini ternyata dilakukan tiap tahun dan dikenal sebagai hari Penumpang Kereta Bawah Tanah Tak Bercelana 2016. Kebiasaan ini dimulai di Amerika Serikat (AS). Di AS, trousers [celana berbahan wol] akhirnya lebih banyak dikategorikan secara umum sebagai celana.

Sendau gurau ini pertamakali dilakukan di kereta bawah tanah New York pada 2002. Lama kelamaan, hal ini berkembang lebih luas dan dikenal sebagai perayaan kebodohan dunia.

Minggu (10/1/2016) waktu setempat, sekitar lusinan kota di berbagai negera berpartisipasi dalam peringatan tersebut. Misalnya saja Praha, Berlin dan New York. Mereka tak malu-malu menunjukkan kaki mereka yang telanjang.

Perayaan ini dilatarbelakangi sesuatu yang sederhana. Penumpang secara random tak bercelana di musim dingin.

Peserta juga diminta bersikap dengan baik. Walau mereka tak saling mengenal, diminta tetap bersikap normal, seperti tak terjadi sesuatu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis