Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Kecelakaan Kulonprogo selama dua hari terakhir memakan dua korban.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Seorang anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Koramil Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Wates-Purworejo kilometer 17, Sindutan, Temon, Kulonprogo, Senin (12/10/2015) pagi. Korban bernama Serda Hadi Mulyono dinyatakan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Pagi itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Versa AB 5734 OT melaju dari arah timur menuju markas Koramil Purwodadi. Ketika korban sedang belok ke kiri mengikuti alur jalan raya, tiba-tiba sebuah mikrobus bernomor polisi AA 1403 EC menabraknya dari belakang. Korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Warga Bungkus, Parangtritis, Kretek, Bantul berusia 35 tahun ini diketahui mengalami pendarahan kepala. Dia dinyatakan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun, korban diduga sudah kehilangan nyawa akibat pendarahan yang parah.
“Sedangkan pengemudi mikrobus bernama Jumadi tidak mengalami luka,” kata Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Ahmad Hidayat.
Kecelakaan Tunggal, 1 Tewas
Sebelumnya, dugaan kasus kecelakaan tunggal terjadi wilayah Desa Banaran, Kecamatan Galur, Minggu (11/10/2015) kemarin. Giya, warga Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul yang berusia 53 tahun ditemukan mati dalam kondisi mengambang di saluran air atau selokan.
Petugas kepolisian segera dilakukan penyelidikan setelah menerima laporan warga. Sepeda motor milik korban kemudian ditemukan di sekitar Nepi, Desa Brosot, Galur. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga kuat mengalami kecelakaan tunggal, terjatuh ke selokan, lalu terbawa arus air hingga sejauh 2,5 kilometer.
“Ada luka lebam di dahi korban dan hidungnya remuk,” ungkap Kapolsek Galur, Kompol Gito Dwi Suryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.