Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Beberapa pengunjung saat berfoto di depan Gapura Kuil Fushimi Inari Kyoto yang ada di GSP UGM, Jumat (4/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Joko Nugroho)
Kampus Jogja, UGM menjadi tuan rumah JJW.
Harianjogja.com, SLEMAN – Ingin melakukan foto diri dengan teman-teman di depan Kuil Fushimi Inari Kyoto tidak perlu ke Jepang. Cukup datang ke Grha Saba Pramana (GSP) Universitas Gajah Mada juga bisa berselfie di depan gapura ini, tepatnya di Festival Jogja-Japan Week (JJW).
Salah satu pengunjung, JJW, Ariani Nur Afanti mengatakan banyak tempat selfie yang bisa diakses di sini. bahkan tidak sedikit stan yang menyediakan landscape atau baju kas Jepang, misalkan Yukata.
“Di sini cukup menarik, banyak tempat yang bisa dijadikan foto selfie. Bahkan ada yang menyewakan baju musim panas Jepang, Yukata. Belum lagi yang menawarkan pemandangan taman bunga sakura,” jelas Ariani di GSP UGM, Jumat (4/9/2015).
Ariani menambahkan tidak hanya hanya tempat untuk foto selfie. Di sini dia juga bisa belajar banyak tentang Jepang. Tidak hanya harajuku atau bahasa Jepang saja, namun ada stan yang bisa dijadikan tempat belajar membuat manga.
“Bahkan ada banyak kerajinan seperti Oshie dan kerajinan lainnya. Kita juga bisa ikutan belajar di sini dan hasilnya bisa dibawa pulang. Benar-benar menarik ada di sini,” kata Ariani.
Oshie merupakan kerajinan tangan tradisional asal Kota Kobe, Jepang. Kerajinan ini menghasilkan lukisan tiga dimensi menggambarkan beragam benda dan figur manusia.
Salah satu pembuat Oshie di JJW adalah Triatmi. Dia menjelaskan membuat kerajinan Oshie dengan cara mengelem kertas dan gabus dengan lapisan kain warna-warni menjadi beragam bentuk dengan tekstur sesuai desain gambar.
“Nanti bisa jadi bentuk lukisan tiga dimensi. Misalkan bergambar kucing, anjing, wanita jepang berkimono, pohon atau bunga,” jelas Triatmi.
Ketua Panitia Festival Jogja-Japan Week 2015, Fitriani Kuroda mengatakan Oshie hanya salah satu dari 28 jenis kerajinan tangan tradisional Jepang yang ditampilkan di GSP UGM. Setiap pengunjung festival, akan diajak berlatih membuat beragam kerajinan itu.
“Di sini memang ada origami, oshie, kurimie (membuat boneka), kurosiki (merangkai bungkus barang khas jepang) dan kerajinan lainnya. Acara JJW ini akan berlangsung sampai hari Minggu, silahkan datang," kata Fitriani.
Fitriani menjelaskan festival ini dibuat lebih meriah dari sebelumnya karena tahun ini usia kerja sama siter city antara Jogja dan Kyoto masuk usia 30 tahun. Kali ini, ada 120 kelompok ahli kerajinan dan kesenian tradisional Jepang datang ke festival.
"Mereka dari prefektur Kyoto, Kobe, Iwate, Osaka dan Yamanashi," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Andre Rosiade membuka peluang maju dalam bursa Ketum PSSI 2027, tetapi mengaku kini fokus membawa Semen Padang kembali ke Liga 1.
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Jadwal SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 lengkap dengan syarat perpanjangan SIM dan layanan PKB tahunan.