KASUS NATA DE COCO BERBAHAN PUPUK ZA : Polres Tegaskan ZA Non- Food Grade, Lalu?

Sunartono
Sunartono Minggu, 12 April 2015 17:20 WIB
KASUS NATA DE COCO BERBAHAN PUPUK ZA : Polres Tegaskan ZA Non- Food Grade, Lalu?

Seorang karyawan menyiapkan loyang tempat adonan biang nata de coco di pabrik pembuatan nata de coco Dusun Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman, Selasa (31/3/2015). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Kasus nata de coco berbahan pupuk ZA, masih dalam penyelidikan.

Harianjogja.com, SLEMAN - Polres Sleman terus melakukan penyelidikan terkait kasus nata de coco berbahan pupuk ZA. Empat saksi masih diperiksa dalam kasus yang kontroversial itu. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/05/kasus-nata-de-coco-berbahan-pupuk-za-masih-diselidiki-591438">KASUS NATA DE COCO BERBAHAN PUPUK ZA : Masih Diselidiki)

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan pihaknya masih memeriksa empat saksi ahli. Terdiri atas dua orang saksi dari pihak pabrik nata dan dua saksi ahli dari Teknologi Hasil Pertanian UGM serta Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY.

"Kami masih mendalami terus dari saksi ahli tambahan ada dari Teknologi Pertanian UGM, masih lakukan uji laboratorium pupuknya," terangnya Jumat (10/4/2015).

Pihaknya masih menunggu tentang kemungkinan adanya unsur kandungan zat berbahaya di dalam nata yang mengandung ZA. Tetapi berdasarkan keterangan saksi ahli ditegaskan bahwa
ZA yang digunakan non food grade.

"Jadi bukan bahan campuran makanan. Bukan ZA sebagai campuran adonan nata sari kelapa ZA yang non-food grade. Sementara produksi dihentikan dan pemiliknya masih saksi," urainya.

Sementara itu pemilik pabrik, Danang menegaskan bahwa untuk mendapatkan ZA food grade di Indonesia sangat susah. Hal itu tidak memungkinkan harus mengimpor karena rata-rata merupakan petani kecil. Menurutnya penanganan kasus tersebut sangat berdampak pada para petani nata.

"Dampaknya luar biasa, seluruh petani nata se-Indonesia terus berhenti total ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Perekonimian sudah terpuruk makin terpuruk," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online