UN 2015 : 5 Sekolah di Bantul Digabung
Siswa SMA Negeri 5 Solo mengerjakan soal pada ujian sekolah, Jumat (13/3/2015). Ujian sekolah tersebut diikuti 284 siswa kelas IPA dan IPS sebagai salah satu syarat kelulusan sebelum Ujian Nasional (UN). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)
UN 2015 untuk lima sekolah di Bantul akan bergabung dengan sekolah lain.
Harianjogja.com, BANTUL-Sebanyak 136 siswa dari lima sekolah di Bantul harus mengikuti Ujian
Nasional (UN) di gedung sekolah lain. Pasalnya, kelima sekolah mereka dianggap tidak memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara UN.
Kelima sekolah itu masing-masing adalah MA Hamalatul Qur'an, MA Unggulan Al Imdad, SMA Ali Mahsum, MA Assyifa Muhammadiyah, dan SMK Ki Ageng Pamenahan. Alasan kelima sekolah itu digabung dengan sekolah yang lainnya adalah lantaran belum adanya akreditasi serta jumlah siswa yang tak mencapai kuota minimal penyelenggara UN.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan Menengah dan Non-Formal (Dindikmenof) Bantul Suherman menjelaskan bahwa MA Hamalatul Quran yang siswanya hanya 17 orang tidak memenuhi syarat kuota minimal siswa penyelenggara UN yang sebanyak 20 orang. Sedangkan MA Unggulan Al Imdad dikatakannya masih terkendala akreditasi.
"Kedua sekolah itu digabung di MAN Gandekan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share