Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Mahasiswa UTY mendengarkan penjelasan Wakil Walikota Jogja Imam Triyono terkait kesiapan menjelang pertukaran pelajar di dua benua, Kamis (12/2) di Ball Room Hyatt. (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Kampus Jogja, UTY akan mengirim 67 mahasiswa ke tujuh negara di dua benua.
Harianjogja.com, JOGJA-Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) akan mengirimkan 67 mahasiswanya ke tujuh negara di dunia. Di antaranya Jepang, India, Australia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Korea.
Program student exchange (pertukaran pelajar) ini sudah dilaksanakan sejak 2011 hanya saja pelaksanaanya terbatas di Malaysia dan Singapura.
“Kami berpikir kalau Malaysia masih satu rumpun dengan kita. Dari bahasa juga tidak jauh berbeda sehingga nggak ada tantangannya. Maka tahun ini kami memberangkatkan mahasiswa ke tujuh negara di dua benua,” jelas Wakil Rektor Bidang Kerja sama Internasional, Widi Fajar Widyatmoko, Kamis (12/2/2015).
25 Mahasiswa akan diberangkatkan lebih dulu ke Jepang, Korea, Australia dan India. Mereka akan tinggal di sana selama satu minggu. Sedangkan untuk 42 mahasiswa lainnya, akan mengikuti student exchange di Filipina, Malaysia dan Thailand pada minggu berikutnya secara bergantian.
Bidang Mahasiswa Berprestasi UTY, Rajaban, mengatakan tujuh negara yang dituju adalah negara berpotensi. Utamanya untuk Jepang, Korea, Australia dan India.
“India secara teknologi justru melebihi Jepang. Perth dan Darwin memiliki asosiasi akuntan publik yang bagus sehingga mahasiswa akan magang di sana [Perth dan Darwin],” jelas Rajaban di sela-sela pembekalan mahasiswa yang akan melaksanakan student exchange.
Kalau Seoul Korea, lanjut dia, ada bandara bernama Incheon yang masuk daftar bandara terhebat kedua di dunia. Mahasiswa akan mengkaji arsitektur bandara hingga servis managerial. Sedangkan di Jepang, mahasiswa akan belajar seputar Teknologi Informatika (TI) di Universitas Yhyogo, sebuah universitas terbesar di Jepang.
Sebanyak 67 Mahasiswa dipilih berdasarkan hasil seleksi administratif.
“Sebelumnya ada 374 pendaftar. Karena persyaratan ketat sehingga hanya terjaring 67 anak,” kata Rajaban.
Syarat yang diajukan universitas adalah IPK minimal 3,51, memiliki prestasi akademik dan nonakademik di tingkat lokal maupun regional, mampu menguraikan visi misi mengikuti student exchange dalam bahasa Inggris serta nilai toefl 500.
Dalam acara pembekalan yang dilaksanakan di Ball Room Hyatt, Kamis (12/2/2015), turut hadir Wakil Walikota Jogja, Imam Triyono. Laki-laki yang juga alumni UTY ini memberi motivasi pada mahasiswa bahwa student exchange tidak hanya untuk piknik tetapi menimba ilmu.
“Kita harus bawa visi misi untuk mengasah diri di luar negeri sehingga ke luar negeri tidak hanya untuk piknik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor