Warga Moyudan Tewas, Keluarga Menduga akibat Disiksa Polisi

Sunartono
Sunartono Selasa, 03 Februari 2015 18:07 WIB
Warga Moyudan Tewas, Keluarga Menduga akibat Disiksa Polisi

Ilustrasi jenazah korban overdosis obat-obatan (JIBI/Solopos/Dok.)

Warga Moyudan tewas diduga akibat dianiaya oknum polisi. Keluarga meminta visum danmelapor ke Propam Polda DIY

Harianjogja.com, SLEMAN - Maulana Rusadi, 22, warga Dusun Gatak, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman tewas diduga disiksa oleh sejumlah oknum Polisi yang bertugas di Polres Bantul.

Keluarga korban yang tak terima dengan tindakan  itu melaporkan ke Bidang Propam Polda DIY, Senin (2/2/2015).

Korban meninggal pada Minggu (1/2/2015) pukul 09.15 WIB setelah dirawat di ICU RSUD Kota Jogja selama sembilan hari. Untuk melengkapi berkas laporan tersebut jenazah Maulana diotopsi di RSUP Sardjito Jogja, Selasa (3/2/2015).

Jenazah tiba di ruang Kedokteran Forensik RSUP Sardjito sekitar pukul 13.30 WIB menggunakan ambulan RSUD Kota Jogja. Sumardi Harta yang juga ayah korban dengan tabah turut mengantar jenazah anaknya saat akan diotopsi.

Sumardi menegaskan ia sengaja mengajukan otopsi karena ada kejanggalan dengan kematian anaknya. Kejanggalan itu terlihat dari perbedaan logika luka fisik dengan laporan petugas Polres Bantul bahwa, Maulana meninggal karena melompat terjatuh dari mobil.

Sejalan dengan itu pula, ia melaporkan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anaknya dengan terlapor oknum anggota Reserse Polres Bantul.

"Kami sudah melapor ke [Bidang Propam] Polda DIY kemarin [Senin 2/2/2015], tentang penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum reserse [Polres] Bantul. Otopsi untuk mengetahui penyebab kematian," ungkapnya di Kedokteran Forensik RSUP Sardjito Selasa (3/2/2015).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online