Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Kuntarti Puspandari (kanan) dan Prapta Triyana saat memberikan pengarahan kepada siswa siswi di SD Wonosari Baru, Rabu (21/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Guru berprestasi dari Wonosari akan belahr di Australia selama tiga minggu. Kedua guru ini akan memperkenalkan seni budaya lokal.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL –Sekolah Dasar Wonosari Baru menjadi salah satu sekolah di DIY yang mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Australia. Rencananya, dua guru di sekolah itu, Kuntarti Puspandari dan Prapta Triyana berada di sana selama tiga minggu, mulai 26 Februari-15 Maret 2015.
Guru terpilih Kuntarti Puspandari menjelaskan, program tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY dengan Kedutaan Besar Australia dalam tajuk Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement(Bridge) School Partnership. Proses seleksi sendiri diikuti oleh beberapa
sekolah DIY, namun hanya dipilih empat sekolah, salah satunya dari SD Wonosari Baru.
“Waktu itu saya dites dari perwakilan Kedubes Australia dan Dinas Pendidikan. Kebanyakan tes dilakukan menggunakan Bahasa Inggris, tentang berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan seni budaya dan kuliner di sini,” kata guru tidak tetap itu, Rabu (21/1/2015).
Ndari menjelaskan, selama di Australia, satu minggu pertama akan diberikan pelatihan informasi dan teknologi. Sedang, dua minggu selanjutnya akan melakukankunjungan ke berbagai sekolah.
“Kami juga diberikan kesempatan untuk mengisi materi di sana. Rencananya, saya akan memperkenalkan seni mocopat dan karawitan asli Gunungkidul,” ulas dia.
Hal senada juga diungkapkan Prapta Triyana, guru terpilih lainnya. Selain mengenalkan budaya dan kesenian, dia juga akan mengenalkan kuliner asli Gunungkidul, mulai dari tiwul, nogosari dan gudeg.
“Ini pengalaman yang sangat berharga. Nantinya, ilmu yang diperoleh di sana akan coba diterapkan di SD Wonosari Baru,” kata Prapta, kemarin.
Dia menjelaskan, dari seluruh Indonesia ada 144 guru yang berkesempatan menimba ilmu ke Australia. Untuk wakil DIY, dipilih dua guru dari empat sekolah, yakni SDWonosari Baru, SD Bantul, SD Percobaan 2 Sleman, dan SD Keputran 2 Kraton, Jogja. Total program ini diikuti 288 orang, 144 guru asal Indonesia dan 144 orang guru dari Australia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.