Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Seorang pegawai mengambil buku paket kurikulum 2013 semester II kelas I dan IV yang akan disetempel di perpustakaan SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku Paket Tematik Terpadu Kurikulum 2013 tersebut sebagai pegangan siswa.
Kurikulum 2013 masih diterapkan di sebagian sekolah. Kendati demikian buku ajar masih menjadi kendala besar.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hari kedua pelaksanaan Kurikulum 2013 di semester genap belum sesuai dengan yang diharapkan. Banyak sekolah yang belum menerima buku ajar sebagai pegangan dalam pembelajaran.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid tidak menampik bila masalah buku pengangan menjadi masalah utama dalam implementasi Kurikulum 2013. Untuk itu, disdikpora akan mengirimkan soft file materi ke sekolah sebagai pedoman.
“Kalau sekolah tidak mau menunggu, maka bisa mengunduhnya di web kami. mudah-mudahan minggu ini seluruh CD sudah dikirim,” ungkapnya.
Untuk pengadaan buku, disdikpora telah menyediakan anggaran Rp5,6 miliar di APBD 2015. Bahron mengakui, proses pengadaan tinggal mengontak rekanan berdasarkan lelang yang dilakukan pemerintah pusat. “Semua sudah diurusi, jadi kami tinggal bayar saja,” kata Bahron.
Dia pun menargetkan awal Februari buku-buku itu sudah diproduksi. Sehingga, di pertengahan bisa disalurkan ke seluruh sekolah. “Mudah- mudahan bisa berjalan lancar. namun, sesuai instruksi pusat diberi batas waktu hingga 31 Maret mendatang,” ungkapnya.
Keluhan senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SD Candi Baru, Trisnowati Theresia. Menurut dia, materi ajar yang digunakan merupakan bahan yang diunduh dari internet.
“Kalau menunggu hingga buku datang, maka kegiatan belajar tidak akan berjalan. Sebab, buku-buku itu belum ada,” keluh Trisnowati.
Dia mengaku siap melanjutkan kurikulum itu. Hanya, untuk pelaksanaanya harus diimbangi dengan fasilitas pendukung yang lain.
“Bagaimana bisa lancar, wong anak-anak masih menggunakan buku di semester lalu,” ungkapnya.
Permasalahan lainnya, menurut Trisnowati, masih banyak guru-guru yang belum mendapatkan diklat Kurikulum 2013. Hingga saat ini, di sekolahnya baru empat guru yang mendapatkan pelatihan tersebut.
“Total ada 12 guru yang mengajar, tapi belum semua mendapatkan diklat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul batal digelar karena rekomendasi keamanan dari polisi tak terbit.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.