MITIGASI BENCANA : Ini Cara Membuat Alat Deteksi Longsor Sederhana

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Rabu, 31 Desember 2014 03:20 WIB
MITIGASI BENCANA : Ini Cara Membuat Alat Deteksi Longsor Sederhana

Dosen UGM, Sunarno membuat alat deteksi dini longsor sederhana (JIBI/Harian Jogja/Humas UGM)

Mitigasi bencana, dosen UGM membuat alat deteksi longsor sederhana yang dapat dibuat dan dioperasikan masyarakat awam.

Harianjogja.com, SLEMAN – Dosen Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Sunarno membuat alat peringatan dini longsor sederhana dan mudah dioperasikan oleh masyarakat.

Sunarno mengatakan alat ini hanya membutuhkan megaphone atau sirine, tali nylon, senar pancing, meteran tukang, isolator plastik dan bandul timah atau batu. Adapun alat ini sudah dipasang di tiga lokasi yang berada di Dusun Keceme, Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo dan Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul yang merupakan wilayah rawan longsor. Pembuatan alat ini, kata Sunarno, menghabiskan dana Rp300.000. Karena mudah dan murah, masyrakat dapat membuat sendiri alat peringatan dini longsor.

“Ide alat ini dibuat setahun yang lalu atas permintaan masyarakat setempat karena khawatir ancaman longsor, yang saya banggakan alat ini sudah terbukti melindungi warga di sana dari ancaman longsor,” kata Sunarno saat dihubungi di Laboratorium Sensor dan Sistem Telekontrol, Jurusan Teknik Fisika pekan lalu.

Cara kerja sistem peringatan dini longsor ini juga terbilang sederhana dan mudah dipahami. Sirine yang dipasang di rumah warga terhubung seutas tali nylon dan tombol alarm sirine dalam posisi on. Agar sirine berbunyi, tali nylon disambungkan isolator dari bahan mika tipis yang terletak di antara baterai dan penutup baterai.

Sunarno mendesain agar alat ini dapat merespon setiap pergerakan rekahan tanah yang berjarak 2 cm. Selanjutnya, tali jemuran dipasang di antarpohon di lereng bukit. Hasilnya, tali jemuran yang mengalami regangan kemudian memicu tertariknya tali nylon. Adapun fungsi meteran yang dipasang vertikal pada pohon dan bangunan digunakan untuk mengetahui jarak rekahan yang ditunjukkan oleh pergerakan bandul yang tertarik ke atas oleh senar pancing.

“Apabila tali pemicu alarm ini tertarik maka sirine akan berbunyi,” kata Sunarno.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online