Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Ilustrasi bangunan sekolah
Penggabungan sekolah untuk efisiensi anggaran dan efektivitas pembelajaran akan diberlakukan untuk 48 sekolah di Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Sri Andari
mengatakan rencana penyatuan beberapa sekolah itu dilaksankan secara bertahap. Kemungkinan, kebijakan itu bisa diselesaikan pada 2016
atau 2017 mendatang.
“Kita tidak akan terburu-buru, karena prosesnya dilakukan secara berkelanjutan," kata Andari kepada Harianjogja.com, di Balai Desa
Jurangjero, Kecamatan Ngawen, Selasa (23/12/2014).
Dia beralasan, penyatuan tidak bisa dilakukan serentak karena ada beberapa peryaratan yang harus dipenuhi. Syarat-syarat untuk regrouping
antara lain, jarak antar kedua sekolah maksimal harus tiga kilometer, kekurangan siswa didik atau pun tenaga pengajar.
Dia menjelaskan, banyak manfaat yang didapatkan saat regrouping dilakukan. Untuk kalangan guru, bisa memenuhi persayaratn minimal
mengampu 20 siswa didik sehingga mempermudah sehingga proses sertifikasi. Namun, yang paling penting, sambung dia, tujuan penyatuan
adalah untuk efisiensi anggaran, yang disesuaikan dengan standar minimal pelayanan.
“Meski demikian, kami tidak akan langsung mengambil kebijakan secara frontal. Kami juga sudah menargetkan dalam satu atau dua tahun ini
semua sudah selesai,” ungkapnya.
Menurut dia, kebijakan regrouping mayoritas menyasar ke SD. Hanya, Andari belum mau membeberkan sekolah-sekolah mana yang masuk
dalam wacana penggabungan.
“Yang jelas jumlahnya ada 48 sekolah. Mengenai tempatnya ada, misalnya di Playen ada dua sekolah yang mungkin di awal tahun nanti sudah
digabung,” ungkapnya.
Andari menambahkan, terdapat beberapa kendala di lapangan saat upaya penggabungan akan dilakukan. Selain masyarakat sekitar, terkadang
tenaga pendidik juga merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.
“Dulu memang seperti itu, tapi sekarang para guru sudah mulai sadar. Apalagi di 2017 nanti, ada kewajiban seorang guru harus mengampu
minimal 20 orang siswa didik, yang berbentuk rombongan belajar,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Ilmuwan Stanford dan Arc Institute berhasil menggunakan AI untuk merancang virus buatan yang lebih efektif membunuh bakteri. Terobosan ini membuka peluang terap
Laptop kehabisan baterai saat adaptor tertinggal? Simak cara mengecas laptop tanpa charger bawaan menggunakan USB-C Power Delivery, charger tablet, hingga power
Eropa Barat kembali menjadi kawasan paling layak huni di dunia pada 2026 dengan skor 92. Asia mencatat peningkatan terbaik berkat kemajuan kota-kota di China da
Grup B Piala AFF 2026: Thailand dan Malaysia incar tiket semifinal. Myanmar dan Filipina masih punya peluang. Simak skenario lolos dan jadwal laga pamungkas.
Singapura kembali jadi batu sandungan Indonesia di Piala AFF 2026, mengulang kegagalan di 2004 (final) dan 2018 (fase grup). Garuda gagal ke semifinal usai dita