Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Siswa kelas IV menggunakan buku paket bertema Indahnya Negeriku saat kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku pelajaran untuk jenjang SD pada kurikulum 2013 tidak dipisahkan berdasarkan mata pelajaran, namun dipisah berdasarkan tema.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kurikulum 2013 saat ini 'tersandung' masalah pengisian rapor. Setidaknya inilah yang dialami sejumlah guru sekolah dasar (SD) di Gunungkidul. Adapun Sabtu (20/12/2014) hasil ujian sebagai hasil studi siswa di semester pertama tahun ajar 2013-2014 harus dibagikan.
Kesulitan itu terjadi karena metode yang digunakan dalam penilaian berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Pengisian rapor dengan kurikulum 2013 harus mendeskripsikan dengan narasi nilai yang diperoleh siswa. Akibatnya, pengerjaan itu memerlukan ketelitian dan waktu yang lebih lama lagi.
Salah seorang guru di Gunungkidul Anik Istiani mengakui baru menyelasaikan rapor siswa didiknya sebanyak 80%. Namun, dia optimistis hasil ujian itu dapat dibagikan tepat waktu.
“Modelnya berbeda dengan kurikulum 2006. Kalau dulu siswa diberikan buku rapor, tapi sekarang dikasih lembaran. Lembaran yang diberikan juga sudah terformat dalam sebuah soft file,” kata Anik saat ditemui di rumahnya di Playen, Kamis (18/12/2014).
Dia menjelaskan butuh ketelitian dan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan rapor dengan sistem itu. Sebab, nilai yang diberikan harus ada deskripsi tentang pencapaian nilai-nilai itu.
“Pengisiannya lebih sulit, sebab harus menjelaskan tentang indikator apa saja yang membuat seorang murid mendapatkan nilai tersebut. Saya pun membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menyelesaikannya,” kata Anik lagi.
Hal yang sama juga diungkapkan Bayu, Guru SD di Wonosari. Saat ini, mayoritas guru masih mengerjakan rapor-rapor tersebut. Menurut dia, kesulitan dalam pengisian dikarenakan sosialisasi kurikulum 2013 dianggap masih kurang. Bayu mengakui pernah mengikuti pelatihan untuk kurikulum itu selama empat hari. Namun, tahapannya belum sampai ke model penilaian di dalam rapor.
“Masalah lainnya, kami baru menerima contoh form rapor baru-baru saja. Padahal kami sudah membuat form sendiri, sehingga kami harus mengubahnya sesuai dengan form yang diterima dari dinas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Pemkab Bantul membebaskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang membeli rumah subsidi pertama. Kebijakan ini membantu meringankan biaya kepemilikan r
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Festival Kethoprak DIY 2026 resmi digelar di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman Yogyakarta, Jumat (7/8/2026)
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya