KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN : Ini Kelemahan K-13 di Mata Anies

Arief Junianto
Arief Junianto Rabu, 10 Desember 2014 07:20 WIB
KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN : Ini Kelemahan K-13 di Mata Anies

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Seorang pegawai mengambil buku paket kurikulum 2013 semester II kelas I dan IV yang akan disetempel di perpustakaan SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku Paket Tematik Terpadu Kurikulum 2013 tersebut sebagai pegangan siswa.

Harianjogja.com, BANTUL-Menurut Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan kesalahan terbesar dalam penerapan kurikulum 2013 itu adalah bahwa pemerintah ketika itu tak melihat dengan detail kondisi lapangan.

Ia menilai, kondisi sekolah di Indonesia sangat beragam. Kondisi sekolah yang ada di Pulau Jawa kondisinya sangat berbeda dengan sekolah
yang ada di Luar Jawa, baik dari aspek kesiapan infrastruktur fisik seperti bangunan dan buku pelajaran, hingga kesiapan tenaga pengajar.

Dalam penerapan kurikulum baru, tak bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. Tak bisa dilakukan hanya cukup dengan training
tenaga pengajar melalui penataran saja. Sebagai penggantinya, ia akan menerapkan pola magang kepada tenaga pengajar.

"Saya tidak bisa mengatakan berapa bulan, berapa tahun lamanya mereka magang. Sekali lagi, itu melihat kondisi lapangan dulu," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya juga perlu menyamakan antara desain kurikulum dengan implementasinya. Dengan begitu, ia berharap suksesnya sebuah
kurikulum tidak lagi hanya diukur dengan kalkulasi statistik saja, melainkan juga kondisi riil di lapangan.

Sementara terkait dengan gugatan Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), ia mengaku tak begitu mempersoalkan. Pasalnya,
terkait dengan buku ajar, pihaknya berjanji tidak akan membuang begitu saja, melainkan hanya menyimpannya untuk sementara.

"Jadi biar kami fokus pada lay out desain kurikulum ini dulu. Buku ajar yang sudah ada, disimpan dulu, kalau memang nanti masih sesuai dan
layak dipakai, ya dipakai lagi," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis