FOTO TRADISI NGURAS ENCEH : Fotografer Tak Indahkan Norma Kesopanan

Desi Suryanto
Desi Suryanto Minggu, 09 November 2014 05:31 WIB
FOTO TRADISI NGURAS ENCEH : Fotografer Tak Indahkan Norma Kesopanan

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Seorang fotografer memanjat dinding pembatas kong atau enceh untuk memotret abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta saat mengisi kembali kong atau enceh pada upacara tradisi Nguras Enceh di kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI. Yogyakarta, Jumat (07/11/2014). Upacara tradisi itu menjadi magnet kuat bagi para fotografer untuk berburu foto, sayangnya sebagai kecil dari mereka kurang mengindahkan norma dan kesopanan di masyarakat dalam memotret upacara adat.

Seorang fotografer memanjat dinding pembatas kong atau enceh untuk memotret abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta saat mengisi kembali kong atau enceh pada upacara tradisi Nguras Enceh di kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI. Yogyakarta, Jumat (07/11/2014). Upacara tradisi itu menjadi magnet kuat bagi para fotografer untuk berburu foto, sayangnya sebagai kecil dari mereka kurang mengindahkan norma dan kesopanan di masyarakat dalam memotret upacara adat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online