5 Tips Melamar Kerja agar Fresh Graduate Lebih Mudah Dipanggil HRD
Tingkatkan peluang dipanggil HRD dengan 5 tips melamar kerja untuk fresh graduate, mulai dari CV ATS hingga persiapan wawancara.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN - SES, 50, warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman akhirnya meninggal dunia di rumah sakit, Minggu (26/10/2014). Korban meninggal diduga karena sebelumnya dianiaya warga atas kasus hubungan gelap yang membelitnya.
Dugaan peristiwa penganiayaan berawal saat korban akan melakukan mediasi atas kasus hubungan gelap yang membelitnya pada Sabtu (18/10/2014) malam.
Dengan diantar oleh salah satu anggota keluarganya, korban akan melakukan mediasi untuk menempuh jalan damai atas kasus hubungan gelap yang dilakukannya.
Mediasi itu rencananya disaksikan tokoh masyarakat yang berlokasi di desa tempat tinggal korban. Sebelum dugaan peristiwa penganiayaan itu terjadi, anggota keluarga korban yang mengantar berada di luar ruangan. Sedangkan korban diminta masuk ke dalam ruangan sebagai tempat mediasi.
Akan tetapi setelah masuk ke dalam ruangan, justru ada pihak yang mematikan lampu di dalam ruangan tersebut. Saat ruangan dalam kondisi gelap itulah, korban kemudian dianiaya hingga mengalami luka bagian kepala. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di RS PKU Muhammadiyah Jogja, korban akhirnya meninggal dunia.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Partono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Polsek, diakuinya sudah menerima laporan secara resmi dari keluarga korban atas dugaan penganiayaan yang menimbulkan korban jiwa.
Kendati demikian ia masih mempelajari kronologi perkaranya. Ia membenarkan jika saat kejadian lampu tempat mediasi dimatikan. Akibat penganiayaan itu, korban memang mengalami luka lebam bagian kepala.
Karena merasa sakit kemudian pada Rabu (22/10/2014), kata dia, baru dibawa ke rumah sakit sampai akhirnya meninggal.
"Korban akan melakukan mediasi, tapi ada yang mematikan lampu, kemudian entah bagaimana ceritanya, sampai terjadi itu [penganiayaan]. Tapi kami belum dapat memastikan penyebab kematiannya karena. Masih mempelajari visum juga. Karena setelah kejadian korban masih bisa berkomunikasi dan dibawa ke rumah sakit pada Rabu [22/10]," ungkap Partono saat ditemui di lokasi eksekusi lahan di Dusun Nandan, Desa Sariharjo, Ngaglik, Senin (27/10/2014).
Sementara itu keluarga korban enggan memberikan keterangan saat ditemui sejumlah wartawan. Salahsatu keluarga korban UM mengatakan pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
"Saya tidak bisa berkomentar dahulu, yang pasti kami sudah lapor ke polisi, visum sudah kami serahkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tingkatkan peluang dipanggil HRD dengan 5 tips melamar kerja untuk fresh graduate, mulai dari CV ATS hingga persiapan wawancara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.
Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun. Berikut profil, perjalanan karier, dan prestasi gelandang timnas Afrika Selatan itu.