Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Harianjogja.com, SLEMAN - Polda DIY mendapatkan banyak pertanyaan dari masayarakat seputar isu pesan singkat berantai berisi tentang isu geng Kian Santang. Pertanyaan itu masuk ke dalam SMS Online pengaduan via nomor 08112929000.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan pesan singkat yang ia terima Rabu (15/10/2014) pagi seputar isu pelaku pembacokan. Hal itu tidak seperti biasanya terjadi pada hari-hari biasa sejak dibuka layanan pada akhir September lalu.
"Pagi tadi sudah ada sembilan SMS yang masuk, mereka rata-rata mempertanyakan seputar sms dan broadcast berantai tentang berkeliarannya pelaku kerusuhan di Jogja. Tidak biasanya ini terjadi. Ada yang mengirim mohon pengamanan, ada yang bertanya soal kebenaran broadcast itu," ungkap Anny, Rabu (15/10/2014).
Beberapa pesan yang beredar meresahkan antara lain berbunyi "Hati-hati sudah mulai memanas situasi di Yogyakarta saat ini!!! Mungkin kalian sudah pernah mendengar nama salah satu organisai Raden Kian Santang (RKS) sebelumnya? Yaitu sekumpulan grup pemuda dari luar kota yang mencoba merusak / menghancurkan generasi anak muda kalangan SMP dan SMA. Dan merekrut remaja-remaja yg sedang mencari jati diri. Organisasi ini diketuai oleh salah seorang pria dewasa yg berpengaruh dan mempunyai ilmu hitam / kekebalan tubuh.
Organisasi ini sudah tersebar dan merajalela di area Yogyakarta tepatnya di daerah Sleman Barat dan Utara. Beberapa kasus terjadi di daerah Jalan Godean dan sering terjadi tindakan penganiayaan menggunakan SaJam (Senjata Tajam) pada saat malam hari yang situasi jalanan saat itu lengang / sepi, bahkan yang terjadi belum lama ini di depan Taman Pintar Jogja, (bacok dibunuh) pun tak pelak ada korban penganiayaan dengan terang-terangan pada jam 10.00 WIB malam hari. Serta beberapa kejadian di daerah Sleman Barat tepatnya di daerah Cebongan, Godean, serta Sleman sendiri telah jatuh korban meninggal dunia. Jadi saran dari Kepolisian setempat, agar lebih berhati-hati jika keluar malam saat ini. Lebih waspada dan jaga diri disetiap situasi, karena anggota dari organisasi RKS ini tidak pandang bulu serta tidak memilih target utk dianiaya".
Anny menegaskan bahwa broadcast itu tidak benar. Masyarakat harus dapat bijaksana dalam menanggapi pesan singkat yang tidak jelas sumbernya. Menurutnya pihak kepolisian tidak pernah mengirim pesan berantai itu kepada masyarakat.
"Sampai saat ini situasi Jogja masih kondusif. Selain itu petugas patroli selama 24 jam. Kalau ada hal-hal tentang kamtibmas segera sampaikan ke kami via sms. Langsung kami tindaklanjuti," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Febrie Adriansyah mundur dari jabatan Jampidsus dan suratnya diterima Jaksa Agung. Kasus penggeledahan rumah di Sentul masih didalami polisi.
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.