Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Muhyaro (45) http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/02/dukun-jagal-dari-sumbing-tiga-korban-dibunuh-tidak-bersamaan-434020">bukan hanya tersangka penipuan, tapi juga membunuh 3 korbannya. Pria ini juga menyebabkan gugurnya perwira Polda Jateng AKP Yahya R Lihu. Seperti apakah sosok pelaku penipuan sekaligus jagal ini?
Muhyaro, warga Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Magelang itu berwajah oval, berambut lurus dan disisir ke samping kanan. Kumisnya tipis dan sedikit memanjang hingga melebihi ukuran bibir.
Oleh warga setempat, Muhyaro bukan siapa-siapa. Sehari-hari ia bertani, menggarap kebun sayur loncangnya. Kebunnya, yang jauh dari permukiman warga itu, berjarak 1 km dari rumah.
"Ia petani," kata salah satu perangkat desa Hasim yang ikut mengevakuasi mayat Muhyaro dari jurang di lereng Gunung Sumbing, Kamis (25/7/2013) lalu.
Bagi beberapa orang luar daerah, ternyata Muhyaro bukan hanya petani biasa. Ia dianggap sebagai dukun dengan 'spesialisasi' penggandaan uang. Belum jelas bagaimana cara kerjanya, tapi ia sudah berhasil mengelabui beberapa korban. Salah satu korbannya adalah anak guru besar Undip bernama Yulanda Rifan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhyaro pernah berurusan dengan penegak hukum. Ia ditangkap dalam kasus pencurian. "Kejadiannya beberapa tahun lalu," ungkap seorang perwira kepolisian di Polres Magelang.
Meski demikian, aksi kriminal Muhyaro tak berhenti. Diam-diam ia berpraktik sebagai dukun pengganda uang.
Muhyaro tewas terjun ke jurang saat digelandang polisi, Kamis (25/7/2013) lalu. Saat kejadian, AKP Yahya mengikat tangannya ke tangan Muhyaro dengan harapan tersangka tidak kabur. Namun nasib berkata lain. Ia ikut terseret ke jurang dan menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke rumah sakit.
Di kebun Muhyaro, polisi menemukan 3 mayat yang dikubur secara tidak beraturan, Sabtu (27/7/2013). Salah satu mayat masih terlihat baru dikuburkan. Jasadnya masih utuh. Di dekatnya ditemukan 2 mayat lain yang sudah agak rusak. Ketiga mayat ini dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.
Belum diketahui bagaimana cara Muhyaro membunuh para korban. Juga apakah ia melakukannya sendirian atau dibantu orang lain. Polisi masih terus mendalami kasusnya. Minggu (28/7/2013), penyisiran dilakukan lagi untuk memastikan ada tidaknya korban jagal dari lereng Gunung Sumbing ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.