Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
PALU -Sebuah tayangan video yang mempermainkan praktik dan bacaan salat beredar di dunia maya melalui laman www.youtube.com berdurasi 5,34 menit.
Video yang diperankan beberapa perempuan menggunakan kaos olah raga bertuliskan "SMA Negeri 2 Tolitoli", Sulawesi Tengah tersebut, hingga Jumat (19/4/2013), telah dikunjungi oleh lebih dari dua ribu orang dengan empat video yang sama.
Rekaman itu diunggah di empat alamat yang berbeda sejak 16 April 2013. Judul video yang paling banyak dikunjungi adalah "kelakuan siswa SMA 2 Tolitoli" berjumlah 104.196 orang pengunjung. Sebanyak 2.390 pengunjung memberikan komentar beragam.
Dalam video tersebut siswi memperagakan praktik shalat dengan cara bermain-main sambil berjoget, menggoyangkan pinggul dan pantat diiringi musik.
Selain berjoget, mereka juga mempermainkan lafadz dari bacaan surah Al-Fatihah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.