LAPAS SLEMAN DISERBU : Sultan Ajak Mahasiswa Dialog

Selasa, 26 Maret 2013 23:15 WIB
LAPAS SLEMAN DISERBU : Sultan Ajak Mahasiswa Dialog

JOGJA -- Gubernur DIY berencana melakukan pertemuan dengan perwakilan
mahasiswa Indonesia Timur, Rabu (27/3/2013) di Sleman.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pertemuan terakhir dengan
mahasiswa Indonesia Timur dilakukan pada Minggu, 6 Januari lalu di
Pedukuhan Tambakbayan dalam rangka perayaan Natalan sekaligus syukuran
bersama penetapan Undang-undang Keistimewaan DIY. Kegiatan itu juga
dimaksudkan untuk saling dapat berdialog, karena selama ini sering
terjadi gesekan antara warga dan mahasiswa yang berasal dari Indonesia
Timur.

Dalam pertemuan itu, menurut Sultan, timbul rasa malu di antara
mahasiswa karena kerapnya terjadi gesekan di tengah masyarakat. Maka
dari itu, setelah digelarnya pertemuan itu, mereka memiliki rencana
sendiri untuk membuat kesepakatan-kesepakatan di antara mereka, bahwa
jika diantara mereka yang melakukan tindakan yang sifat kekerasan bisa
dipulangkan.

“Saya ndak tahu apakah itu nanti terealisasi. Tapi dari tindakan-
tindakan itu (tindakan kekerasan belakangan ini) saya memberanikan
diri untuk berdialog dengan semua pihak,” ungkap Sultan di Kompleks
Kepatihan, Selasa (26/3/2013).

Sultan menolak pertemuan itu dianggap terlambat karena di jeda rencana
pertemuan justru terjadi penyerbuan di LP Cebongan, Sleman yang
mengakibatkan tewas empat tahanan titip Polda DIY-pelaku pembunuhan
personil TNI di Hugo's Cafe 19 Maret.

“Semua itu bisa terjadi. Kita
tidak ada program apapun. Hanya, saya punya waktu tanggal 27,”ujarnya.

Dengan adanya kejadian itu, Sultan mengaku kemudian tidak tinggal dia
meskipun semenjak terjadinya pembantaian di LP Cebongan, Raja Keraton
Jogja itu terlihat tak berada di lokasi dan ngantor pada dua hari
berikutnya. Koordinasi intensif dengan pihak terkait, katanya,
langsung dilakukan. Bahkan dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya
sekalipun.

”Tanggung jawab saya menjamin warga luar Jogja agar perlu
khawatir. Saya jamin itu," katanya.

Terkait dengan pengungkapan pelaku penyerbuan LP Cebongan, Sultan
memiliki harapan positif agar Polda DIY dapat menungkapnya. Sebagai
gubernur, ia berkomitmen untuk mengawal proses tersebut karena tidak
ada tolirer buat kekerasan di kota pelajar ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online