Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
JAKARTA -- Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengingatkan agar semua pihak tidak tergesa-gesa menuding bahwa aparat TNI, khususnya satuan Kopassus, berada di balik peristiwa penyerangan oleh kelompok bersenjata ke Lapas Cebongan, Sleman.
Menurutnya, semua pihak harus percaya pada mekanisme penegakkan hukum yang berlaku dan menunggu hasil penyelidikan atas kasus yang menewaskan 4 orang tersebut. Menurutnya, kelompok bersenjata terlatih bisa datang dari mana saja dan tidak harus berasal dari kalangan militer.
“Saya menyerukan agar semua pihak tidak tergesa-gesa atau hentikan menuduh aparat militer atau Kopassus yang seolah-olah ada di belakang peristiwa itu. Lebih baik kita percayakan kepada mekanisme hukum yang ada,” ujar Priyo di Kompleks Parlemen, Selasa (26/3/2013). Priyo meyakini setelah reformasi bergulir, sekitar 500.000 aparat TNI mulai dari prajurit hingga jenderal telah sepakat kembali ke barak.
Terkait soal pelaku penyerangan ke Lapas Cebongan, Priyo tidak mau berspekulasi dan menyerahkan pada tim penegak hukum untuk mengusutnya. Dia menyebutkan kalau tidak ada tindakan tegas maka dikhawatirkan akan berlaku hukum rimba yang akan merusak semua tatanan yang ada.
“Biarkan ditemukan oleh tim yang bertugas. Kelompok bersenjata terlatih jangan dikonotasikan seolah-olah Kopassus. Lebih baik biarkan tim bekerja,” ujar Priyo mengingatkan.
Menurutnya, tim yang bertugas untuk mengusut peristiwa itu bisa berasal dari unsur Polri, Kemenkumham, dan Mahkamah Agung mengingat kejadian itu merupakan kasus hukum. Sedangkan kalau kasus menyangkut soal pertahanan negara baru melibatkan TNI. Namun demikian, Priyo menyarankan agar Panglima TNI dan Kasad bisa dimintai bantuan untuk memberikan saran.
Simak berita terkait di: http:/http://digital.solopos.com/file/26032013/">/digital.solopos.com/file/26032013/
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.