PRAHARA DEMOKRAT: Dikudeta Setengah Hati untuk Anas Urbaningrum

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Selasa, 12 Februari 2013 21:35 WIB
PRAHARA DEMOKRAT: Dikudeta Setengah Hati untuk Anas Urbaningrum

http://images.harianjogja.com/2013/02/anas11.jpg" alt="" width="259" height="194" />JAKARTA -- Partai Demokrat dinilai telah mengkudeta secara setengah hati kepada Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Pengamat politik Hanta Yudha menilai apa yang sudah dilakukan Majelis Tinggi Partai Demokrat dengan mengambil alih kewenangan ketua umum Anas Urbaningrum adalah kudeta setengah hati.

"Kenapa saya sebut kudeta setengah hati? Karena dari semua pasal di AD ART partai tidak ada yang menyebutkan salah satu kewenangan Majelis Tinggi adalah mengambil alih kewenangan ketua umum. jadi, apa yang dilakukan ketua Majelis Umum Susilo Bambang Yudhoyono adalah kudeta setengah hati," kata Hanta saat berbicara di Indonesia Lawyers Club, Selasa (12/2/2013) yang disiarkan TV One.

Siapa yang akan menang, apakah kubu SBY atau Anas? Menurut Hanta itu sangat tergantung pada gerakan yang dilakukan masing-masing kubu untuk menarik kekuatan di tingkat DPC dan DPD.

"Ingat, bahwa DPC dan DPD juga tidak memiliki basis ideologi yang tegas. Maka, kubu mana yang akan menguntungkan itu yang akan dipilih. Jadi semua tergantung dari gerakan yang dilancarkan kubu Anas dan SBY," tambah Hanta.

Menurut Hanta, Partai Demokrat harus menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk memutuskan apa yang akan dilakukan partai untuk menyelesaikan segala persoalan internal. KLB di mata Hanta, juga akan menyelamatkan citra Partai Demokrat di mata publik.

"PUblik akan mengetahui langkah tegas apa yang akan dilakukan oleh Partai Demokrat," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online