Waduh, Pegas Trampoline Lepas Saat Disidak Menpora

Jum'at, 25 Januari 2013 11:49 WIB
Waduh, Pegas Trampoline Lepas Saat Disidak Menpora

JAKARTA, 11/1 - ROY SURYO MENPORA. Politisi Partai Demokrat Roy Suryo meninggalkan Istana Negara usai dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Jumat (11/1). Roy Suryo menyatakan dirinya telah ditunjuk Presiden SBY sebagai Menpora yang baru menggantikan Andi Alfian Mallarangeng. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/Spt/13.

http://images.harianjogja.com/2013/01/Roy-Suryo-Menpora-110113-pras-12-207x310.jpg" alt="" width="207" height="310" />JAKARTA –- Menpora Roy Suryo dibuat gemas saat diperlihatkan alat-alat latihan yang rusak sewaktu berkunjung ke lokasi pelatnas loncat indah di area Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (25/1/2013).

Bahkan saat meninjau lokasi latihan bukan di air, pria yang menggantikan posisi Andi Mallarangeng itu dikejutkan dengan lepasnya salah satu pegas/per pada salah satu alat, yaitu trampoline. Per tersebut terlepas saat alat itu digunakan untuk berlatih.

“Tepat sekali. Pak Menpora bisa melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang kami gunakan latihan saat ini,” kata salah satu pelatih loncat indah, Harli Ramayani, di sela mendampingi Menpora.

Menurut dia, alat latihan terutama trampoline kondisinya cukup memprihatinkan dan dinilai cukup membahayakan bagi atlet jika alat tersebur tetap digunakan untuk latihan, sehingga sudah saatnya diganti atau diremajakan.

Berdasarkan data yang ada di lokasi latihan, sarana dan prasarana latihan itu diresmikan 1998, dengan demikian umurnya telah lebih dari 14 tahun.

“Khusus untuk trampoline, mungkin lebih tua lagi. Lihat saja kondisinya. Sudah tidak simetris lagi,” kata istri mantan striker timnas Ricky Yakobi itu.

Harli mengatakan, sebenarnya saat ini sudah ada sarana dan prasarana yang lebih aman bagi atlet, seperti yang digunakan oleh atlet China. Alat tersebut dinilai lebih aman saat digunakan.

Sementara itu, Menpora Roy Suryo mengaku sarana dan prasarana harus diperhatikan karena sangat mendukung kegiatan atlet selama menjalani latihan. Untuk itu pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan PRIMA.

“Trampoline pakai pegas. Jadi ada batas waktunya. Kondisi ini berdampak pada kelenturan. Untuk itu kita harus mengikuti kecanggihan dan inovasi,” katanya usai melakukan sidak.

Menurut dia, dengan melakukan kunjungan langsung ke induk olahraga (PB) pihaknya bisa mengetahui secara langsung kondisi sarana dan prasarana latihan. Dari hasil kunjungan tersebut, Roy mengaku akan lebih mudah menetapkan anggaran yang akan digunakan. Selain ke pelatnas loncat indah, Roy Suryo juga berkunjung ke Pertina, Wushu, Fitness Center dan Perpani. (Antara/ms)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online