JAKARTA -- Karena masa pinjam tempat berlindung sudah habis, para pengungsi korban banjir di Gedung Cometa, Pluit, Jakarta Utara dipindahkan.
"Deadline peminjaman yang diberikan pemiliknya hanya sampai 24 Januari. Maka, sudah harus dipindahkan hari ini," kata koordinator lapangan dan logistik dari Yayasan Jaka Perkasa Citra Cemerlang, Ryan Jauwena, di Jakarta, Kamis (24/1/2013).
Menurut dia, para pengungsi tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok yang pindah ke Rusunawa Marunda, kelompok ke Kelurahan Pluit, dan kelompok yang kembali ke rumahnya masing-masing.
Ia mengatakan bahwa pemindahan tersebut mulai sejak makan siang hingga makan malam. Begitu mereka keluar dari Cometa, penanganan logistik sepenuhnya di tangan pemerintah daerah.
Sementara itu, salah seorang relawan Yayasan Jaka Perkasa Citra Cemerlang (YJPCC), Song Jau, mengatakan bahwa ada sekitar 600 jiwa pengungsi yang akan pindah ke kelurahan, di antaranya 200 orang ke Marunda dan sekitar 80 yang akan pulang ke rumahnya masing-masing.
"Para pengungsi akan diantar menggunakan bus sampai di Jembatan Pluit. Kami pantau air di sana sudah surut. Mereka kami tawarkan alternatif ke kelurahan, namun mereka memilih untuk pulang. Kami antar dengan bus sampai Jembatan Pluit," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya membekali pengungsi yang meninggalkan Cometa Arena dengan kebutuhan sembako yang diperkirakan cukup untuk bertahan hidup selama dua minggu.
Berdasarkan pantauan warga sudah mengemasi barang-barang. Perabot, logistik, dan pakaian dimasukkan ke kardus, kemudian diikat, disusun, dan ditaruh di dekat mereka istirahat.
Sementara itu, para relawan yayasan juga sibuk membagi-bagikan barang logistik yang tersisa, seperti pakaian perempuan, bayi, dan makanan bayi.
Perpindahan ini menjadi yang keempat kalinya. Sebelumnya, pengungsi tersebut berpindah-pindah dari Lapangan Tenis di Pantai Mutiara, Sekolah Permai di Muara Angke, hingga akhirnya menetap selama empat hari di Cometa Arena Jalan Pluit Selatan Raya Blok S nomor 1 ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa sebanyak 1.126 jiwa pengungsi berada di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan.
Pengungsi berada di SDN 03, 04 Penjaringan, dan Kantor Kelurahan Penjaringan. Adapun tinggi genangan di daerah itu masih berkisar 20--100 cm.
"Pengungsi di Kelurahan Pluit terdapat 1.705 jiwa. Mereka berada di lapangan futsal, Gedung Cometa, dan Apartemen Laguna. Pluit masih terendam banjir antara 20--180 cm," ujar Sutopo.
Ia mengatakan bahwa penanganan pengungsi terus diberikan kebutuhan dasarnya. Stok logistik dan pelayanan medis mencukupi. Beberapa pos kesehatan didirikan untuk memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: