Hartati: Itu Uang untuk CSR

Senin, 07 Januari 2013 14:36 WIB
Hartati: Itu Uang untuk CSR

JAKARTA, 7/1 - YUSRIL BERSAKSI. Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan ijin hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit Kabupaten Buol, Hartati Murdaya mendengarkan keterangan saksi ahli Yusril Ihza Mahendra dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/1). Mantan Menkumham tersebut hadir sebagai saksi ahli dalam persidangan dengan terdakwa Hartati Murdaya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/Koz/Spt/13.

http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/07/hartati-itu-uang-untuk-csr-365476/terdakwa-kasus-dugaan-suap-pengurusan-ijin-hak-guna-usaha-hgu-perkebunan-kelapa-sawit-kabupaten-buol-hartati-murdaya-mendengarkan-keterangan-saksi-ahli-yusril-ihza-mahendra-dalam-persidangan-lanjut" rel="attachment wp-att-365477">http://images.harianjogja.com/2013/01/Yusril-Bersaksi-Untuk-Hartati-070113-pus-31-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" />JAKARTA —- Terdakwa kasus Buol Hartati Murdaya beralasan pemberian uang Rp1 miliar dan Rp2 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu untuk pengamanan perkebunan PT Hardaya Inti Plantations serta untuk bantuan sosial (CSR) kepada masyarakat setempat.

“Saya tidak minta bantuan pada bupati [Amran Batalipu], mengadakan Rp1 miliar untuk mengusir pengacau [pendemo di perkebunan HIP] dan bansos. Tetapi untuk kali ini bupati Amran minta, atas permintaan Amran,” ujarnya dalam sidang lanjutan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kasus Suap Bupati Buol, Senin (7/1/2013).

Hartati menjelaskan pembicaraan dengan Bupati Buol soal pengamanan perkebunan miliknya dilakukan di Hotel Grand Hyatt. “Kenyataannya saya bicara sama Arim [anak buah Hartati], kalau kita tolak, dia [bupati] marah, jangan diambil. Namun, kenyataanya diserahkan ke Amran.”

Menurutnya, pihaknya tidak mengetahui pemberian uang kepada tim Lahan agar proses perizinan lahan berjalan lancar. Hartati dicecar berbagai pertanyaan kenapa dia harus membayar keuangan keamanan kepada Bupati Buol Amran. Padahal, menurut hakim, Hartati dapat melapor kepada aparat soal kondisi keamanan di perkebunannya.

“Untuk uang ke BPN, bupati suruh beresin Tim Lahan. Untuk tanda tangan rekomendasi. Biar BPN manut sama bupati. Nasib saya hari ini karena inkonsistensi pemerintah, anak buah saya tidak patuh," kata Hartati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online