Luhut Siapkan Hilirisasi Kratom dan Kemenyan, Ini Targetnya

Newswire
Newswire Selasa, 20 Oktober 2026 22:57 WIB
Luhut Siapkan Hilirisasi Kratom dan Kemenyan, Ini Targetnya

Luhut Binsar - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menargetkan pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan mulai diluncurkan pada Maret 2027. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persiapan kedua komoditas pertanian tersebut tengah berlangsung untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Salah satu agenda yang direncanakan adalah peresmian pusat riset (research center) yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset tersebut sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan.

Luhut menyampaikan rencana itu dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa. Menurut dia, kedua komoditas tersebut memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengolahan lebih lanjut.

"Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu satu adalah kratom, yang kedua yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan," kata Luhut.

Hilirisasi Kratom dan Kemenyan Bidik Potensi Pasar

Luhut mengatakan pemerintah melihat peluang pasar untuk pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan. Pengolahan kedua komoditas itu diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk mentah.

"Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya," katanya.

Meski demikian, Luhut belum merinci lebih lanjut nilai potensi pasar tersebut. Pemerintah masih mempersiapkan pengembangan hilirisasi kedua komoditas pertanian itu.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya memperluas hilirisasi ke sektor pertanian. Sebelumnya, Indonesia mendorong hilirisasi di sektor mineral, terutama nikel.

Belajar dari Hilirisasi Nikel

Luhut mengibaratkan rencana hilirisasi kratom dan kemenyan sebagai langkah membangun industri bernilai tambah yang membutuhkan persiapan dan pengembangan secara bertahap.

Menurut dia, pengembangan kedua komoditas tersebut menjadi salah satu arah hilirisasi pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan," ujar Luhut.

Pemerintah masih menjalankan persiapan sebelum pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan diluncurkan. Peresmian oleh Presiden Prabowo pada Maret 2027 akan dilakukan apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online