BGN Catat Siswa Belajar dalam Kondisi Lapar Turun Jadi 16 Persen

Newswire
Newswire Selasa, 20 Oktober 2026 20:07 WIB
BGN Catat Siswa Belajar dalam Kondisi Lapar Turun Jadi 16 Persen

Contoh menu Makan Bergizi Gratis, lengkap dengan susu kotak. - dok/Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar turun dari lebih dari 56% menjadi sekitar 16% setelah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, persentase siswa yang merasa kenyang saat belajar meningkat dari 43% menjadi 84%.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan perubahan tersebut menjadi salah satu capaian program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi nasional. Informasi itu disampaikannya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

"Persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar turun dari sebelumnya lebih dari 56 persen menjadi sekitar 16 persen berkat pelaksanaan Program MBG," kata Tysa.

Selain perubahan kondisi siswa saat belajar, BGN mencatat peningkatan konsumsi buah dan protein. Konsumsi buah meningkat dari 26% menjadi 84%, sedangkan konsumsi protein yang sebelumnya berada pada kisaran 30%-40% kini meningkat hingga mendekati 80%.

"Konsumsi buah meningkat dari 26 persen ke 84 persen, konsumsi protein yang sebelumnya berada pada kisaran 30-40 persen kini meningkat hingga mendekati 80 persen," ujarnya.

BGN Targetkan Penurunan Stunting

BGN juga berharap pelaksanaan MBG dapat berkontribusi terhadap penurunan angka stunting pada anak. Pemerintah menargetkan angka stunting mencapai 18% pada 2026 sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia nol stunting.

Tysa mengatakan program peningkatan gizi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pencapaian target nasional. Namun, upaya penurunan stunting tetap menjadi agenda yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program gizi.

Selain itu, BGN tengah menjalankan percontohan atau piloting MBG dengan sistem prasmanan di 66 titik. Pelaksanaan percontohan tersebut menjadi bagian dari pengembangan model layanan MBG.

CCTV Dapur SPPG Terhubung ke Pusat

Untuk memperbaiki tata kelola program, BGN memerintahkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia menghubungkan kamera pengawas atau CCTV di dapur masing-masing ke pusat. Sistem tersebut ditujukan agar pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dapat dipantau secara langsung atau real-time.

"CCTV seluruh dapur akan terkoneksi ke pusat untuk memantau apakah SOP di tiap dapur dijalankan atau tidak. Selain itu dari segi komunikasi pun, kami perbaiki lebih intensif, baik komunikasi publik maupun antar-lembaga," ucap Tysa.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap proses penyediaan makanan di dapur SPPG. Selain pengawasan melalui CCTV, BGN juga menyatakan akan meningkatkan komunikasi publik dan koordinasi antarlembaga.

MBG Jangkau 57 Juta Penerima Manfaat

Hingga 30 September 2026, Program MBG telah menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 SPPG. Pemerintah terus memperluas jangkauan program sekaligus memperketat penerapan standar keamanan pangan.

Dalam upaya memperkuat pengawasan kebersihan, BGN juga telah menutup sementara 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam penyediaan makanan.

Dari sisi anggaran, realisasi anggaran MBG per 30 September 2026 mencapai Rp153,2 triliun atau sekitar 66,9% dari pagu efektif sebesar Rp229 triliun.

Ke depan, pemerintah menargetkan jangkauan program MBG mencapai 72,4 juta penerima manfaat pada 2027. Sasaran tersebut mencakup peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Perluasan sasaran tersebut akan berjalan seiring dengan upaya memperbaiki tata kelola dan pengawasan keamanan pangan, termasuk pemantauan dapur SPPG serta pemenuhan standar kebersihan dan sanitasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online