Sahroni Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB
Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB dan meminta seluruh pihak yang terlibat ditindak sesuai hukum.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengamankan tiga orang tersangka diduga melakukan penyelundupan kokain di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali./Antara-Humas BNNP Bali
Harianjogja.com, DENPASAR—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali memburu seorang warga negara asing (WNA) yang diduga mengendalikan penyelundupan 4,59 kilogram kokain melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan dua wisatawan asal Chile dan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga bertugas menerima barang terlarang tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNNP Bali Kombes Pol. Stevy Frits Pattiasina mengatakan pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga mengendalikan jaringan tersebut.
"Kami masih memburu seorang WNA yang diduga sebagai pengendalinya. Diduga kuat para pelaku ini merupakan jaringan narkoba internasional," ungkap Stevy di Denpasar, Bali, Jumat (16/10/2026).
Dua warga Chile yang diamankan masing-masing berinisial J dan B. Sementara itu, seorang WNI berinisial HU ditangkap karena diduga menjadi penerima kokain yang diselundupkan ke Bali.
Kokain Disembunyikan di Kompartemen Tas
Pengungkapan kasus bermula dari analisis citra X-Ray terhadap barang bawaan penumpang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Tim gabungan Bea Cukai Bandara Ngurah Rai dan BNNP Bali kemudian memeriksa dua tas ransel milik J dan B. Kedua wisatawan tersebut tiba di Bali menggunakan penerbangan Jetstar JQ43 dari Melbourne, Australia.
Sebelum tiba di Australia, keduanya diketahui melakukan perjalanan dari Santiago, Chile, dengan penerbangan LATAM Airlines LA805.
Dari pemeriksaan tas, petugas menemukan empat kemasan plastik hitam berisi serbuk putih yang diduga kokain. Barang tersebut disembunyikan di bagian dinding belakang tas dengan menggunakan modus false compartment atau kompartemen tersembunyi.
Tas milik J berisi dua kemasan dengan berat bruto 2.284,5 gram. Sementara itu, dua kemasan dalam tas milik B memiliki berat bruto 2.310 gram.
Dengan demikian, total barang bukti yang ditemukan mencapai 4.594,5 gram atau sekitar 4,59 kilogram bruto.
"Total barang bukti yang disita sekitar 4,59 kilogram bruto. Kedua WNA tersebut datang ke Bali untuk berlibur," ucap Stevy.
WNI Diduga Bertugas Menerima Kokain
Setelah menemukan barang yang diduga narkotika tersebut, petugas melakukan pengembangan untuk mengetahui pihak yang akan menerima kokain. Dalam proses penyelidikan, tim gabungan sempat memeriksa dua sopir travel yang menjemput J dan B atas permintaan pihak hotel tempat keduanya menginap.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua sopir tersebut tidak terlibat dalam perkara dan hanya berstatus sebagai saksi.
Petugas kemudian mengawasi pergerakan kedua wisatawan untuk mengidentifikasi pihak yang akan menerima barang tersebut. Penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial HU yang menghubungi kedua WNA dan meminta agar kokain diserahkan di halaman hotel tempat mereka menginap.
Tim gabungan segera bergerak ke lokasi dan menangkap HU tanpa perlawanan.
Saat menjalani pemeriksaan, HU mengaku hanya bertugas menerima barang atas perintah seorang pria WNA. Pria asing tersebut kini diduga menjadi pengendali penyelundupan dan masih diburu oleh BNNP Bali.
Penyidik masih perlu mendalami peran masing-masing pihak untuk mengungkap jaringan yang diduga berada di balik pengiriman kokain tersebut.
BNNP Bali Perkuat Pengawasan Narkotika Internasional
Stevy, yang juga menjabat Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Bali, menyebut pengungkapan kasus ini berpotensi mencegah dampak penyalahgunaan narkotika terhadap 22.973 jiwa.
Penindakan tersebut juga diperkirakan memberikan potensi penghematan keuangan negara hingga Rp36,7 miliar.
Menurut Stevy, pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah masuk dan beredarnya narkotika di Bali. BNNP Bali bersama instansi terkait akan terus memperkuat koordinasi, terutama dalam menghadapi penyelundupan yang diduga melibatkan jaringan lintas negara.
Sebagai destinasi wisata internasional, Bali dinilai masih menjadi sasaran peredaran narkotika dengan berbagai modus. Salah satunya dengan menyembunyikan barang terlarang di dalam kompartemen khusus pada barang bawaan penumpang.
"Kami bersama instansi terkait akan terus bersinergi menjaga Bali dari peredaran gelap narkotika untuk mewujudkan Bali yang aman, maju, dan bersinar atau bersih narkoba," ujarnya.
BNNP Bali masih memburu WNA yang diduga mengendalikan penyelundupan tersebut. Pengembangan perkara diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ahmad Sahroni mendukung KPK mengusut dugaan korupsi dana kebencanaan BNPB dan meminta seluruh pihak yang terlibat ditindak sesuai hukum.
KPK menyita uang tunai Rp1,9 miliar dan tong biru yang diduga digunakan Bupati Klaten Hamenang untuk menyimpan uang.
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Warga Garongan, Kulonprogo, mendukung pemberhentian sementara eks lurah Ngadiman yang menggugat keputusan Bupati ke PTUN Yogyakarta.
BNNP Bali memburu WNA yang diduga mengendalikan penyelundupan 4,59 kg kokain melalui Bandara Ngurah Rai. Dua WN Chile dan seorang WNI diamankan.
Paus Leo XIV kembali menjalankan tugas di rumah sakit dan menjalani fisioterapi setelah operasi kanker paru-paru di Roma.