Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru

Sahrim M. Sihotang
Sahrim M. Sihotang Selasa, 13 Oktober 2026 14:17 WIB
Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru

Foto ilustrasi maskapai penerbangan. - Freepik

Harianjogja.com, PEKANBARU—Kabut asap menyebabkan 12 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Riau, mengalami penundaan pada Selasa (13/10/2026). Kondisi ini terjadi meskipun jarak pandang di bandara tersebut mulai membaik menjadi 3.000 meter.

General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan jarak pandang yang sebelumnya sempat berada di bawah 500 meter berangsur meningkat. Berdasarkan pemantauan operasional pada pukul 10.30 WIB, aktivitas penerbangan masih berlangsung dengan aman dan normal.

“Jarak pandang berada pada angka 3.000 meter. Aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman, dan normal,” demikian laporan kondisi operasional bandara yang disampaikan Achmad, Selasa (13/10/2026).

Meski kondisi jarak pandang membaik, penundaan jadwal masih terjadi pada sejumlah penerbangan. Berdasarkan data operasional pukul 10.30 WIB, terdapat enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan yang mengalami penundaan.

Pada waktu yang sama, tercatat dua penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan di bandara tersebut.

Bandara dan BMKG Pantau Kondisi Cuaca

Pihak pengelola Bandara SSK II Pekanbaru terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mendukung keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang.

Achmad mengatakan koordinasi dengan BMKG menjadi bagian dari upaya memastikan operasional penerbangan tetap memperhatikan kondisi cuaca terkini.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca secara berkala bersama BMKG demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan,” tegas Achmad.

Di tengah kondisi tersebut, pengguna jasa penerbangan diimbau memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan melalui maskapai masing-masing.

Penumpang juga disarankan memastikan status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara untuk mengantisipasi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak hanya menghanguskan jutaan hektare ekosistem, tetapi juga memicu pekatnya kabut asap berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat.

Paparan partikel debu dan gas beracun dari pembakaran lahan gambut maupun mineral terbukti menurunkan kualitas udara secara drastis, memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta melumpuhkan aktivitas harian warga.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan lintas sektor yang lebih kuat mulai dari optimalisasi operasi pemadaman darat dan udara, penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran, hingga mitigasi jangka panjang guna memutus siklus bencana ekologis berulang setiap tahunnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online