MBS Dikabarkan Berlindung di Istana Berbunker saat Riyadh Diserang

Newswire
Newswire Selasa, 13 Oktober 2026 14:02 WIB
MBS Dikabarkan Berlindung di Istana Berbunker saat Riyadh Diserang

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, RIYADH—Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dikabarkan menggunakan istana yang dilengkapi bunker di tengah serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Riyadh. Informasi tersebut dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) dengan mengutip sejumlah sumber.

Menurut laporan yang diterbitkan Senin (12/10), MBS terakhir kali muncul di hadapan publik pada 6 Oktober. Saat itu, ia mendonorkan darah untuk mendukung program donor darah.

Di tengah meningkatnya ancaman serangan, otoritas Arab Saudi dilaporkan menghadapi kesulitan mengerahkan sistem pertahanan udara untuk melindungi seluruh wilayah negara yang luas.

Kondisi tersebut membuat Arab Saudi memindahkan sejumlah baterai pertahanan udara guna memperkuat perlindungan terhadap istana dan infrastruktur energi, menurut laporan WSJ.

Arab Saudi juga disebut telah meminta bantuan Pakistan, yang merupakan sekutu militernya. Selain itu, Riyadh berupaya memperoleh sistem pertahanan udara dari berbagai negara.

Arab Saudi Pertimbangkan Penyelesaian Diplomatik

Di tengah serangan yang terus berlangsung, Riyadh semakin mempertimbangkan kemungkinan menyelesaikan konflik dengan kelompok Houthi melalui jalur diplomatik.

Kelompok Houthi dilaporkan telah menyerang fasilitas minyak Arab Saudi sejak bentrokan militer dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali terjadi pada pertengahan Juli. Bentrokan tersebut kembali berlangsung setelah kedua pihak mengalami jeda konflik selama empat tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, bandara internasional di Riyadh juga berulang kali menjadi sasaran serangan.

Berdasarkan data Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya terluka. Sehari kemudian, serangan pada 11 Oktober menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.

Serangan tersebut turut mengenai dua terminal penumpang di bandara hingga memicu kebakaran.

Rangkaian serangan itu menambah tekanan terhadap otoritas Arab Saudi dalam melindungi infrastruktur strategisnya. Di tengah ancaman tersebut, Riyadh dilaporkan berupaya memperkuat pertahanan udara sekaligus mempertimbangkan penyelesaian konflik melalui diplomasi.

Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) lahir di Riyadh, Arab Saudi, pada 31 Agustus 1985. Ia merupakan putra dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan istri ketiganya, Fahda binti Falah bin Sultan.

MBS menempuh pendidikan tinggi di Universitas Raja Saud dan meraih gelar sarjana hukum pada tahun 2007. Ia resmi ditetapkan sebagai Putra Mahkota Arab Saudi pada Juni 2017, menggantikan Pangeran Muhammad bin Nayef, dan pada September 2022 juga ditunjuk sebagai Perdana Menteri Arab Saudi.

Sebagai pemimpin de facto pemerintahan modern Saudi, MBS dikenal luas lewat Visi 2030 (Saudi Vision 2030), sebuah cetak biru strategis untuk mendiversifikasi ekonomi agar tidak lagi bergantung pada sektor minyak, serta menggalakkan reformasi sosial dan pembangunan mega-proyek futuristik seperti NEOM.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online