Kapal Tanker Terbakar Dihantam Proyektil di Selat Hormuz

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 14:27 WIB
Kapal Tanker Terbakar Dihantam Proyektil di Selat Hormuz

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, INTERNASIONAL—Sebuah kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tak dikenal saat berlayar di Selat Hormuz, Minggu (11/10/2026). Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan seluruh awak kapal selamat, sementara tingkat kerusakan kapal dan dampak terhadap lingkungan belum diketahui.

Menurut laporan UKMTO, kapten kapal menyampaikan bahwa proyektil menghantam sisi kiri kapal ketika tanker tersebut sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz. Benturan itu memicu kebakaran di atas kapal.

Pihak berwenang kini menyelidiki insiden tersebut. Kapal-kapal yang melintas di kawasan itu juga diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Iran Sebut Supertanker Menabrak Ranjau Laut

Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu malam menyatakan sebuah kapal supertanker minyak meledak setelah menabrak ranjau laut.

Menurut pernyataan IRGC, kapal itu mengalami ledakan ketika berusaha meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak diizinkan. Kapal tersebut disebut memiliki kapasitas angkut sekitar 2 juta barel minyak.

IRGC juga menyatakan kapal tanker itu telah mematikan sistem navigasinya sebelum mencoba melintasi jalur pelayaran tersebut. Menurut pihak Iran, ledakan akibat ranjau laut itu terlihat dari wilayah pesisir.

Namun, laporan UKMTO menyebut kapal tanker yang terbakar dihantam proyektil tak dikenal. Belum ada keterangan dalam laporan yang tersedia untuk memastikan apakah insiden yang dilaporkan kedua pihak tersebut merujuk pada kapal yang sama.

Ketegangan Pelayaran di Selat Hormuz

Iran sebelumnya menyatakan kembali menutup Selat Hormuz pada 12 Juli setelah Amerika Serikat melanjutkan serangan pada 8 Juli. Teheran juga mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang melintasi jalur selain rute yang ditetapkan otoritas Iran atau berlayar tanpa izin.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi distribusi energi dan komoditas global. Karena itu, perkembangan keamanan di kawasan tersebut menjadi perhatian bagi kapal-kapal yang melintas.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berlangsung sejak perang yang dimulai pada 28 Februari. Menurut Teheran, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Iran membalas serangan Amerika Serikat dan Israel dengan serangan yang menewaskan warga Amerika dan Israel sebelum gencatan senjata tercapai pada April.

Amerika Serikat kemudian kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran ketika perundingan antara Washington dan Teheran terhenti. Padahal, kedua pihak sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni.

Perundingan kedua negara masih menemui jalan buntu, antara lain akibat perbedaan pendapat mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online