Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan Warga dan Pegawai Saudia

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 13:27 WIB
Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan Warga dan Pegawai Saudia

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, RIYADH—Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dan sebuah pesawat Saudia Airlines dilaporkan menewaskan sejumlah orang serta menyebabkan korban luka-luka. Otoritas Arab Saudi menyebut insiden tersebut menyasar fasilitas bandara dan pesawat milik maskapai nasional negara itu.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan tim tanggap darurat segera dikerahkan setelah serangan terjadi. Sejumlah warga dan penduduk dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka dengan tingkat keparahan mulai ringan hingga berat.

Para korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Otoritas penerbangan juga melaporkan adanya kerusakan material akibat insiden tersebut melalui pernyataan di platform X.

Meski demikian, aktivitas operasional bandara kemudian kembali berjalan. Televisi pemerintah Al Ekhbariya melaporkan penerbangan di bandara kembali beroperasi mulai pukul 18.00 waktu setempat atau 15.00 GMT, setara dengan pukul 21.00 WIB, pada Kamis.

Pesawat Saudia Airlines Rusak, Kapten Tewas

Saudia Airlines secara terpisah mengonfirmasi salah satu pesawatnya mengalami kerusakan saat berada di bandara. Maskapai tersebut menyatakan pesawat itu tidak membawa penumpang ketika insiden terjadi.

“Pesawat tersebut tidak membawa penumpang ketika insiden terjadi,” kata Saudia Airlines.

Maskapai itu juga mengabarkan salah satu pegawainya meninggal dunia dalam serangan tersebut. Korban diidentifikasi sebagai Kapten Hamoud Ali Alkalthami.

Saudia Airlines menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memberikan penghargaan atas pengabdian dan kontribusi Alkalthami kepada perusahaan.

Sementara itu, otoritas Arab Saudi belum menyebutkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Koalisi Saudi Sebut Serangan sebagai Kejahatan Perang

Di tengah perkembangan tersebut, Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman yang dipimpin Arab Saudi mengecam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid. Koalisi menuding kelompok Houthi berada di balik serangan yang disebut menyasar terminal penumpang bandara pada Sabtu (10/10/2026).

Juru Bicara Pasukan Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al Malki, mengatakan serangan itu mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan penumpang sipil serta staf bandara.

"Serangan teroris pengecut oleh milisi Houthi di terminal penumpang Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan dan melukai sejumlah penumpang sipil serta staf bandara. Berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, tindakan ini sepenuhnya merupakan kejahatan perang," tegas Al Malki.

Ia mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai, prinsip, serta etika. Al Malki juga menyatakan koalisi akan merespons serangan tersebut.

"Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan merespons serangan teroris ini secara tegas, terukur, dan tetap berpedoman pada Hukum Humaniter Internasional," imbuh Al Malki.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kembali pecahnya pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi.

Laporan Korban Berbeda

Dalam laporan lain, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut serangan ketiga kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh dalam sepekan, pada Sabtu (10/10/2026), menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Namun, angka tersebut berbeda dengan laporan awal yang menyebut tiga warga Arab Saudi tewas dalam dua serangan pada Kamis. Perbedaan waktu kejadian, jumlah serangan, dan angka korban dalam informasi yang tersedia perlu dikonfirmasi lebih lanjut sebelum dipublikasikan sebagai satu rangkaian peristiwa.

Meta Description

Catatan Editor

Ada ketidaksesuaian mendasar dalam naskah sumber yang harus diverifikasi sebelum artikel diterbitkan.

Waktu kejadian berbeda. Bagian awal menyebut dua serangan terjadi pada Kamis, sedangkan pernyataan koalisi dan laporan korban menyebut Sabtu (10 Oktober 2026).

Jumlah korban tidak konsisten. Laporan awal menyebut tiga warga Arab Saudi tewas, sementara bagian akhir menyebut sedikitnya 12 orang tewas dan 309 terluka.

Jumlah dan sasaran serangan perlu dipastikan. Naskah menyebut dua serangan yang menyasar bandara dan pesawat Saudia Airlines, tetapi bagian akhir menyebut serangan ketiga terhadap bandara dalam sepekan.

Atribusi pelaku belum seragam. Otoritas Saudi pada bagian awal belum menyebut pihak yang bertanggung jawab, sedangkan koalisi pimpinan Saudi secara khusus menuding kelompok Houthi. Tuduhan tersebut harus tetap diatribusikan kepada koalisi, bukan dinyatakan sebagai fakta yang telah terverifikasi.

Klaim kejahatan perang merupakan pernyataan koalisi. Penilaian tersebut tidak boleh disajikan sebagai kesimpulan hukum independen tanpa verifikasi tambahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online