Pabrik BYD Subang Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja

Rizqi Rajendra
Rizqi Rajendra Kamis, 03 September 2026 20:57 WIB
Pabrik BYD Subang Berpotensi Serap 20.000 Tenaga Kerja

BYD Dolphin. - Harian Jogja/Antara

Harianjogja.com, SUBANG— Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, resmi mengoperasikan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Fasilitas manufaktur tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun dan diproyeksikan berpotensi menciptakan lebih dari 20.000 lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal ketika beroperasi penuh.

General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengatakan pabrik BYD di Subang saat ini telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pengembangan operasional perusahaan di Indonesia.

“Pada kapasitas penuh, pabrik ini berpotensi menciptakan lebih dari 20.000 lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal,” kata Liu saat seremoni peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Pabrik BYD Subang Berdiri di Lahan 126 Hektare

Fasilitas manufaktur BYD tersebut dibangun di atas lahan sekitar 126 hektare. Kehadiran pabrik tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik di pasar domestik, tetapi juga dipersiapkan menjadi basis ekspor BYD pada masa mendatang.

Dari sisi investasi, pembangunan gedung pabrik BYD di Subang mencapai Rp11,2 triliun. Sementara itu, total investasi BYD di Indonesia mencapai Rp16 triliun.

Nilai investasi tersebut mencakup pembangunan distribution center, fasilitas logistik, hingga jaringan yang mendukung pengembangan ekosistem manufaktur kendaraan listrik BYD di Indonesia.

Dengan fasilitas produksi baru tersebut, BYD memperkuat basis manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Pabrik Subang juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas ekspansi di kawasan Asia Tenggara.

Kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun memberikan ruang bagi BYD untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus menyiapkan Indonesia sebagai salah satu basis ekspor kendaraan listrik perusahaan.

Luhut Dorong BYD Perluas Ekspor

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi realisasi investasi BYD di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong perusahaan tersebut agar meningkatkan ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Selain pasar domestik yang besar, produksi dari Indonesia diharapkan dapat menjangkau pasar global.

“Kami juga mengapresiasi BYD dalam banyak hal yang telah mereka investasikan untuk Indonesia. Saya bilang, Indonesia tahun depan jumlah penduduknya 300 juta, sehingga itu menjadi potensi pasar yang sangat besar. Dari Subang, kita terus dorong agar bisa bawa produk-produk BYD ini ke dunia,” ujar Luhut.

Dorongan ekspor tersebut sejalan dengan rencana menjadikan fasilitas Subang sebagai basis produksi kendaraan listrik untuk pasar domestik sekaligus pasar internasional.

Dengan demikian, investasi BYD tidak hanya berhubungan dengan penambahan kapasitas produksi kendaraan listrik, tetapi juga pengembangan ekosistem industri dan penciptaan lapangan kerja lokal.

Penjualan BYD Tumbuh Signifikan

Ekspansi kapasitas produksi BYD di Indonesia berlangsung ketika penjualan kendaraan perusahaan menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar domestik.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 29.826 unit.

Angka tersebut meningkat 81,6% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat penjualan wholesales sebanyak 16.427 unit.

Pertumbuhan juga terlihat pada penjualan ritel. Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, penjualan ritel BYD mencapai 28.428 unit.

Realisasi tersebut tumbuh 72% secara tahunan dibandingkan penjualan ritel pada Januari–Juli 2025 yang mencapai 16.532 unit.

Pertumbuhan penjualan tersebut menjadi salah satu konteks ekspansi kapasitas manufaktur BYD di Indonesia. Pabrik Subang memberikan kapasitas yang lebih besar bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi kendaraan secara lokal.

Deretan Mobil Listrik BYD di Indonesia

Sejauh ini, BYD telah memasarkan sejumlah model kendaraan di pasar Indonesia. Produk yang dipasarkan meliputi Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, M6, dan M6 Dual Mode (DM).

Dengan kapasitas produksi maksimal 150.000 unit per tahun, fasilitas manufaktur di Subang memberikan peluang bagi BYD untuk memperluas produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Pabrik tersebut juga memiliki fungsi strategis untuk membangun basis ekspor dari Indonesia. Dengan begitu, fasilitas manufaktur Subang diproyeksikan tidak hanya menopang pertumbuhan BYD di pasar domestik, tetapi juga mendukung ekspansi perusahaan di kawasan dan pasar global.

Investasi BYD di Subang sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Selain kapasitas produksi, kehadiran fasilitas tersebut membawa potensi penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar serta pengembangan jaringan pendukung manufaktur dan logistik kendaraan listrik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online