Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Negosiasi AS-Iran
Donald Trump mengancam menyerang Oman jika mengganggu negosiasi AS-Iran dan mengklaim Washington memiliki saluran belakang dengan IRGC.
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak/magnific
Harianjogja.com, JAKARTA— Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari hasil pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta yang pada tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat. Temuan tersebut mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap tahun, meski tidak merasakan keluhan.
Selain hipertensi, program CKG juga mendeteksi peningkatan kasus diabetes baru, sekaligus menunjukkan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular sebelum memicu komplikasi yang lebih berat.
Hipertensi dan Diabetes Banyak Muncul Tanpa Gejala
Data Kemenkes menunjukkan, dari 1,3 juta peserta yang sebelumnya berstatus prehipertensi dan menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 247 ribu orang kini terdiagnosis hipertensi.
Temuan serupa juga terjadi pada diabetes. Dari 8,3 juta peserta yang diperiksa kembali, 188 ribu orang terdeteksi mengalami diabetes baru, sementara 16 ribu peserta yang sebelumnya berstatus prediabetes berkembang menjadi diabetes.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan hasil tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit tidak menular sering berkembang tanpa disadari.
“Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Menurut Budi, hipertensi dan diabetes umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi stroke, penyakit jantung, maupun gagal ginjal.
Hasil Tahun Lalu Tidak Menjamin Tetap Sehat
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menegaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga hasil pemeriksaan yang baik pada tahun sebelumnya bukan jaminan tetap sehat pada tahun berikutnya.
"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.
Jutaan Penderita Berhasil Mengendalikan Penyakit
Di balik munculnya kasus baru, CKG juga mencatat hasil positif dalam pengendalian penyakit kronis.
Dari 2,4 juta penderita hipertensi yang menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darah hingga kembali berada pada kisaran normal.
Sementara itu, pada kelompok diabetes, 235 ribu penderita dari total 340 ribu peserta yang dipantau ulang berhasil mengontrol kondisi penyakitnya.
Pemeriksaan Diawali Anamnesis
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan setiap pelaksanaan CKG diawali dengan anamnesis, yakni wawancara medis mengenai keluhan, riwayat penyakit, hingga faktor risiko yang dimiliki peserta.
“Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran,” kata Dante.
Kemenkes Dorong Masyarakat Rutin Cek Kesehatan
Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, dr. Iwan Ariawan, menilai keberhasilan Program CKG tidak berhenti pada proses pemeriksaan. Menurutnya, hasil pemeriksaan harus diikuti dengan perubahan gaya hidup, kepatuhan menjalani pengobatan, maupun rujukan medis apabila diperlukan.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Kemenkes mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas terdekat serta mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Donald Trump mengancam menyerang Oman jika mengganggu negosiasi AS-Iran dan mengklaim Washington memiliki saluran belakang dengan IRGC.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara)
Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, terjual Rp600 miliar dalam lelang amal. Harganya 35 kali lipat dari harga normal.