BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Daerah dengan Stunting Tinggi

Newswire
Newswire Kamis, 06 Agustus 2026 16:17 WIB
BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Daerah dengan Stunting Tinggi

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk beroperasi di daerah dengan kategori stunting tinggi dan sangat tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pelaksanaan program diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat stunting tertinggi serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sebanyak 1.700 dapur tersebut telah siap beroperasi setelah dilakukan pemadanan data bersama berbagai kementerian dan lembaga.

"Dari data overlay (pemadanan) tadi ada sebanyak 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali, nah nanti ini kita bertahap bereskan, jadi sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, (itu) bukan, jadi, sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang statusnya ada semua, ada yang titik baru, ada juga yang sudah selesai (berdiri sebagai SPPG)," kata Sudaryono di Jakarta, Kamis.

Data SPPG Dipadankan dengan Kemenkes

Sudaryono menjelaskan penentuan lokasi prioritas dilakukan melalui pemadanan data antara BGN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta kementerian dan lembaga lain yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG.

Menurutnya, Kemenkes memiliki data stunting berbasis nama dan alamat (by name by address) sehingga dapat digunakan untuk menentukan wilayah yang paling membutuhkan intervensi.

"Itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap, ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap," ujar dia.

Pekan Depan Mulai Ditetapkan Daerah Prioritas

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu mengatakan BGN akan mulai menetapkan daerah prioritas pembangunan dan operasional SPPG pada pekan depan.

Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok penerima manfaat utama Program MBG.

Papua hingga NTT Jadi Perhatian

Menurut Sudaryono, sejumlah wilayah dengan tingkat stunting tinggi menjadi fokus utama pemerintah dalam pengembangan jaringan SPPG.

Daerah yang diprioritaskan antara lain Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias di Sumatra Utara, serta sejumlah wilayah kepulauan di Maluku Utara dan Maluku.

"Daerah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatra Utara, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku, itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," tuturnya.

BGN menegaskan operasional SPPG di wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online