Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, CILACAP—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian selatan selama musim kemarau 2026. Kondisi musim kemarau tahun ini diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal sehingga membutuhkan langkah antisipasi lebih awal.
Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, hingga Kebumen. BMKG menilai sifat curah hujan yang berada di bawah normal berpotensi memicu gangguan ketersediaan air bersih, kekeringan lahan pertanian, hingga risiko kebakaran lahan.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan musim kemarau di sejumlah wilayah selatan Jateng diprakirakan mulai berlangsung pada pertengahan Mei 2026.
“Prakiraan musim kemarau tahun ini sifat curah hujan di bawah normal, sehingga perlu perhatian dan antisipasi khusus oleh instansi terkait terutama terhadap daerah-daerah rawan kekeringan,” kata Teguh di Cilacap, Kamis.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Semarang, awal musim kemarau di Kabupaten Cilacap diperkirakan terjadi pada dasarian kedua Mei atau pertengahan Mei 2026. Namun, wilayah pesisir tenggara seperti Kecamatan Binangun dan Nusawungu diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Mei.
BMKG memprediksi durasi musim kemarau di Cilacap berlangsung selama 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140-180 hari, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Selain Cilacap, prakiraan musim kemarau juga berlaku di wilayah selatan Jawa Tengah lainnya seperti Banyumas, Purbalingga, dan Kebumen.
Di Kabupaten Banyumas, awal musim kemarau diperkirakan berlangsung bertahap mulai dasarian pertama Mei di wilayah tenggara. Sementara wilayah barat daya, selatan, utara, dan tengah diprediksi memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Mei.
Durasi musim kemarau di Banyumas diprakirakan berlangsung antara 11 hingga 18 dasarian dengan sifat musim yang lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Sementara itu, di Kabupaten Purbalingga, musim kemarau diprediksi mulai pada dasarian pertama Juni di wilayah utara dan dasarian kedua Juni di wilayah barat laut serta selatan.
Adapun di Kabupaten Kebumen, wilayah tenggara dan selatan diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Mei. Sedangkan wilayah utara dan tengah diprediksi mengalami musim kemarau mulai dasarian kedua Juni.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau 2026, terutama terkait kebutuhan air bersih dan sektor pertanian.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang biasanya meningkat saat musim kemarau panjang.
Teguh meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan iklim resmi dari BMKG guna mendukung langkah antisipasi dan pengurangan risiko selama musim kemarau berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.