Dari Prancis, Paus Leo XIV Serukan Eropa Ikut Jaga Perdamaian Dunia
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Sebuah kapal tanker raksasa milik Iran dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan memasuki perairannya sendiri, meski sebelumnya Amerika Serikat mengklaim telah menghentikan aktivitas perdagangan maritim menuju negara tersebut.
Laporan ini disampaikan oleh Fars News Agency pada Rabu (14/4/2026). Kapal tersebut disebut membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dan tetap mengaktifkan sistem pelacakan selama pelayaran tanpa upaya penyamaran.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Jalur Vital Energi Dunia
Secara geografis, Selat Hormuz terletak di antara Iran di sebelah utara dan Oman serta Uni Emirat Arab di sisi selatan. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Fungsinya sangat krusial karena menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, terutama untuk distribusi minyak mentah. Sebagian besar ekspor energi dari negara-negara Teluk—termasuk Iran, Arab Saudi, hingga Kuwait—harus melewati selat sempit ini sebelum menuju pasar global.
Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Karena itu, setiap gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.
Klaim Blokade Dipertanyakan
Sebelumnya, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan telah “sepenuhnya menghentikan” perdagangan laut menuju dan dari Iran.
Langkah itu disebut mencakup seluruh kapal dari berbagai negara yang melintas di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menegaskan pihaknya tidak akan mengganggu kebebasan navigasi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.
Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas blokade yang diumumkan, terutama setelah kapal tanker Iran tetap bisa melintas tanpa hambatan di jalur strategis tersebut.
Dipicu Gagalnya Negosiasi
Ketegangan meningkat setelah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Kondisi ini memperbesar risiko eskalasi di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi “urat nadi” perdagangan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.