Polres Bantul Bongkar Peredaran Miras Ilegal di Enam Lokasi
Polres Bantul membongkar peredaran miras ilegal di enam titik dan menyita puluhan botol minuman beralkohol tanpa izin.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pergerakan kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 250.000 unit yang memadati jalur tol maupun arteri pada Rabu (18/3/2026) malam. Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho menegaskan meskipun terjadi peningkatan volume yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya, arus lalu lintas terpantau tetap bergerak. Terdapat peningkatan volume kendaraan yang signifikan jika dibandingkan dengan pergerakan hari sebelumnya. "Jika dibandingkan dengan Selasa 17 Maret 2026, terjadi peningkatan volume kendaraan.
Pada Selasa 17 Maret 2026 sekitar 221.000 kendaraan, dan Rabu malam [18/3/2026] diproyeksikan mencapai sekitar 250.000 kendaraan. Kondisi memang cukup padat, namun tetap bergerak," ujar Agus di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (19/3/2026).
Demi mengurai kepadatan lalu lintas, Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional yang dimulai sejak Rabu (18/3/2026) pukul 12.30 WIB hingga wilayah Jawa Tengah. Agus menilai, implementasi one way tersebut efektif membuat kondisi arus kendaraan terpantau cukup terkendali.
Di samping itu, wilayah Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal dari KM 414 menuju arah Bawen untuk memastikan kelancaran distribusi kendaraan.
Tidak hanya terpusat di jalan tol, peningkatan volume kendaraan juga terpantau di jalur arteri. Kendati terdapat perlambatan laju kendaraan di beberapa titik, Korlantas memandang arus lalu lintas secara umum masih relatif lancar. "Dari sisi arteri, tol, dan pelabuhan, seluruhnya dalam kondisi terkendali. Penyeberangan Merak–Bakauheni juga terpantau lancar," katanya.
Lebih lanjut, Korlantas Polri juga mencatat adanya tren positif dari sisi keselamatan berkendara. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas pada periode mudik Lebaran tahun ini tercatat mengalami penurunan hingga 40% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan angka fatalitas tersebut, klaim Agus, mencerminkan efektivitas langkah pengamanan, pelayanan pos terpadu, serta pemanfaatan teknologi informasi yang telah disiapkan pemerintah. "Hal ini menunjukkan upaya negara melalui pos pengamanan, pos pelayanan, serta dukungan teknologi informasi mudik sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat," jelasnya.
Seiring dengan tingginya volume kendaraan di jalan, Korlantas mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi kepadatan dengan perencanaan perjalanan yang matang dan tetap mengutamakan kehati-hatian. "Mudik adalah perjalanan penuh kebahagiaan dan kerinduan kepada keluarga di kampung halaman, dan kami berharap seluruh masyarakat dapat tiba serta kembali dengan selamat," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul membongkar peredaran miras ilegal di enam titik dan menyita puluhan botol minuman beralkohol tanpa izin.
Warga Karangsari Kulonprogo menerima ganti rugi Tol Jogja-YIA hingga Rp7,1 miliar. Total pencairan mencapai Rp85,2 miliar.
Iran disebut mengandalkan “armada nyamuk” berisi ribuan kapal cepat dan rudal untuk mengontrol Selat Hormuz di tengah tensi Timur Tengah.
Polisi mengamankan 83 motor brong saat razia konvoi liar di Prambanan Klaten. Petugas juga menyita miras dan korek api berbentuk pistol.
Program Makan Bergizi Gratis tetap jadi prioritas RKP 2027. Realisasi anggaran MBG 2026 mencapai Rp70,2 triliun.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.