Google Labeli Iklan Dibuat dengan AI, Bisa Dicek di My Ad Center
Google hadirkan label "Created or edited with AI" pada iklan. Pengguna bisa cek di My Ad Center. Pengiklan pihak ketiga wajib ungkap manual. Transparansi iklan
Ilustrasi rudal Iran.- Frepik
Harianjogja.com, JOGJA—Suasana gemerlap di Dubai yang selama ini dikenal sebagai simbol kemewahan global kini berubah drastis. Ketegangan konflik regional memicu eksodus besar-besaran warga asing dan ekspatriat dari kota tersebut, membuat sejumlah kawasan yang biasanya ramai kini tampak lengang.
Perubahan situasi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di kawasan Uni Emirat Arab. Kepergian warga asing dalam jumlah besar memunculkan dampak signifikan bagi kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi kota yang selama ini sangat bergantung pada komunitas ekspatriat.
Pemandangan kontras terlihat di kawasan Pantai Jumeirah. Hamparan pantai yang biasanya dipadati wisatawan, terutama dari Inggris, kini tampak sepi. Payung-payung pantai dibiarkan terlipat rapi sementara kursi berjemur kosong tanpa pengunjung.
Situasi serupa juga terlihat di berbagai bar dan tempat hiburan kelas atas di kota tersebut. Musik masih diputar seperti biasa, namun jumlah pengunjung yang datang sangat minim dibandingkan kondisi normal sebelumnya.
Seorang kepala sekolah asal Inggris yang telah lama tinggal di Dubai, John Trudinger, menggambarkan perubahan drastis yang terjadi di kota tersebut.
“Dubai sangat sunyi. Kemewahannya benar-benar telah lenyap,” ujarnya kepada Associated Press.
Ketegangan meningkat setelah serangan menghantam Fairmont The Palm yang berada di kawasan Palm Jumeirah. Insiden tersebut disebut menjadi titik balik yang memicu kekhawatiran warga terhadap stabilitas keamanan di kota tersebut.
Kondisi ini juga memunculkan kesenjangan sosial yang semakin terasa. Kalangan elite dengan cepat membeli tiket untuk meninggalkan kota, sementara banyak pekerja migran dari berbagai negara harus tetap bertahan di tengah ketidakpastian situasi.
Dampak lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah meningkatnya jumlah hewan peliharaan yang ditinggalkan pemiliknya. Tempat penampungan seperti K9 Friends Dubai dilaporkan mengalami lonjakan hewan terlantar yang tidak lagi mampu mereka tampung.
Meski gelombang eksodus terjadi, sebagian warga lokal Emirat memilih tetap bertahan. Salah satu pengusaha setempat bernama Tariq menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak berniat meninggalkan kota tersebut.
“Ini adalah rumah kami. Dubai telah mengatasi banyak kesulitan sebelumnya,” katanya.
Namun bagi perekonomian kota, situasi ini menjadi tantangan besar. Ekspatriat diketahui mencakup sekitar 90 persen populasi di Dubai, sehingga kepergian mereka memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata, properti, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Kekhawatiran ekonomi juga meningkat seiring ancaman gangguan jalur energi global, termasuk potensi blokade di Selat Hormuz yang dapat memperumit prospek pemulihan ekonomi kawasan dalam waktu dekat.
Dengan berbagai tekanan yang muncul, masa depan stabilitas ekonomi dan sosial Dubai kini sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam waktu mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google hadirkan label "Created or edited with AI" pada iklan. Pengguna bisa cek di My Ad Center. Pengiklan pihak ketiga wajib ungkap manual. Transparansi iklan
Teknik stutter step jadi tren di Piala Dunia 2026. Mbappe sukses, Messi & Kane sempat gagal, Neymar pensiun usai eksekusi. Ini kisah di balik penalti.
Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Raul Fernandez tercepat, kalahkan Marquez 0,051 detik. Bagnaia posisi 19. Persaingan sengit di Sachsenring.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Presiden Prabowo mengungkap 240 BUMN telah ditutup dan menargetkan 800 perusahaan ditertibkan hingga akhir 2026. Langkah ini disebut menghemat hampir Rp70 trili
Stadion Sultan Agung Bantul mulai direnovasi untuk menyambut Super League dan Championship musim 2026/2027. PSIM Jogja dan Persiku Kudus akan menggunakan SSA.