NU Minta Pemerintah Jalankan Putusan MK soal Anggaran MBG
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
Presiden Prabowo
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengakui masih terdapat sejumlah unsur pimpinan dan pejabat yang dinilai belum menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal kepada bangsa dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan secara virtual 218 jembatan di berbagai daerah, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin sore.
Menurut Presiden, Indonesia hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, hambatan, dan kekurangan dalam proses pembangunan. Sebagian persoalan tersebut, katanya, berkaitan dengan kinerja aparatur pemerintahan di berbagai level.
“Masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan di satu sisi terdapat banyak aparatur negara yang bekerja dengan baik dan penuh dedikasi. Namun di sisi lain, masih ada pihak-pihak tertentu yang dinilai belum menunjukkan tanggung jawab yang seharusnya.
Prabowo menilai kondisi tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar pemerintah dapat memahami secara jujur berbagai tantangan yang dihadapi.
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya hanya menyampaikan hal-hal yang positif tanpa mengakui kekurangan yang ada.
“Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti situasi global yang dinilai semakin dinamis dan penuh risiko akibat berbagai konflik internasional.
Ia menyinggung konflik yang terjadi di Ukraina di kawasan Eropa, serta meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Menurut Presiden, meskipun Indonesia secara geografis berada jauh dari kawasan konflik tersebut, perkembangan global tetap dapat memengaruhi kondisi di berbagai negara.
Hal ini terjadi karena dunia saat ini semakin terhubung, sehingga peristiwa di satu kawasan dapat berdampak pada kawasan lainnya.
“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain,” kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.