AS dan Iran Bersiap Berunding, Trump Klaim Serangan Besar Dibatalkan
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
Wakil Komandan Kodaeral VIII Laksma TNI Tony Herdijanto saat memeriksa barang bukti sianida ilegal di Markas Kodaeral VIII, Sulawesi Utara, Kamis (5/3/2026). ANTARA/HO-Dispen TNI AL.
Harianjogja.com, JAKARTA— Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 1,4 ton bahan kimia berbahaya jenis sianida yang diduga masuk dari Filipina melalui Pelabuhan Ferry ASDP Bitung, Kota Bitung.
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3/2026), penangkapan dilakukan oleh Tim Quick Response 8 Satuan Patroli Kodaeral VIII bersama Satgas Intelmar Kerapu-8.26 dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sulawesi Utara pada Rabu (4/3/2026).
Wakil Komandan Kodaeral VIII, Tony Herdijanto, menjelaskan pengungkapan kasus bermula saat petugas memeriksa kendaraan yang baru turun dari KMP Labuhan Haji yang melayani rute Talaud–Bitung.
“Dalam pemeriksaan terhadap sebuah truk ekspedisi berwarna hijau, petugas menemukan muatan bahan kimia berbahaya jenis sianida yang dikemas dalam 29 karung,” kata Tony.
Diangkut Tanpa Dokumen Resmi
Tony menyebut temuan tersebut mencurigakan karena pengangkutan sianida seharusnya dilakukan dengan prosedur khusus dan menggunakan sarana transportasi yang sesuai standar keamanan.
“Muatan bahan kimia seperti itu seharusnya diangkut menggunakan kapal khusus,” ujarnya.
Selain itu, barang berbahaya tersebut juga tidak dilengkapi dokumen resmi. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran maupun penumpang kapal.
Total Berat Capai 1,4 Ton
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 29 karung sianida dengan berat sekitar 50 kilogram per karung. Total keseluruhan muatan mencapai sekitar 1.450 kilogram atau 1,4 ton.
Berdasarkan informasi awal, bahan kimia ilegal tersebut diduga berasal dari Filipina dan masuk ke Indonesia melalui Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud sebelum kemudian dibawa menuju Bitung menggunakan truk ekspedisi yang menumpang kapal feri penumpang.
Saat ini seluruh barang bukti telah disita dan diamankan di Markas Kodaeral VIII untuk proses hukum lebih lanjut.
Tony menegaskan keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga wilayah perairan Indonesia dari berbagai aktivitas penyelundupan barang ilegal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
Jadwal Korea Masters 2026 berlangsung 4-9 Agustus di Korea Selatan. Indonesia memutuskan tidak mengirim wakil demi fokus persiapan Kejuaraan Dunia BWF 2026.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Agustus 2026 menghadirkan hujan meteor Perseid, gerhana matahari total, konjungsi Mars dan Bulan, oposisi Saturnus, hingga supermoon. Simak jadwal lengkapnya.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.