Afgan Siapkan 30 Lagu di Konser Retrospektif Jakarta
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
Jemaah umrah - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Krisis Timur Tengah membuat KBRI Riyadh memperketat pemantauan WNI di Arab Saudi. Melalui satgas dan paguyuban komunitas, KBRI memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di berbagai wilayah, termasuk di Riyadh dan Dammam, tetap aman di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Pemantauan dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan laporan satuan tugas serta paguyuban masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi sebagai dasar penilaian situasi terkini WNI.
Pelaksana Fungsi Pensosbud 1 KBRI Riyadh, Mahendra, menjelaskan langkah tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini untuk membaca perkembangan kondisi di lapangan.
“Saat ini KBRI terus memantau kondisi masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi melalui satgas dan paguyuban yang ada. Laporan dari mereka kami jadikan acuan untuk menilai kondisi WNI saat ini,” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud 1 KBRI Riyadh, Mahendra, Senin (2/3/2026).
Ia menyampaikan, secara umum kondisi WNI terpantau aman. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan instalasi militer Amerika Serikat, seperti di Kota Riyadh dan Dammam.
“WNI tetap beraktivitas seperti biasa. Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa berbaur dengan komunitas lokal serta mengikuti arahan dan instruksi lebih lanjut dari pemerintah setempat terkait situasi ini,” ujarnya.
Mahendra menambahkan, WNI juga diminta melakukan pendataan mandiri serta menjaga komunikasi aktif dengan paguyuban dan komunitas masing-masing melalui grup WhatsApp yang tersebar di berbagai wilayah Arab Saudi.
“KBRI juga tergabung dalam grup-grup tersebut,” katanya.
Sebelumnya, KBRI Riyadh telah mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
WNI juga diminta melakukan lapor diri kepada KBRI Riyadh melalui laman resmi https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html
sebagai bagian dari sistem perlindungan warga negara di luar negeri.
Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh melalui WhatsApp di nomor +966 569173990 untuk mendapatkan bantuan cepat.
KBRI Riyadh menegaskan akan terus memantau perkembangan krisis Timur Tengah secara saksama serta berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan WNI di Arab Saudi tetap terjaga, sembari memperbarui informasi situasi keamanan kepada komunitas Indonesia di Riyadh, Dammam, dan wilayah lainnya melalui jaringan komunikasi yang telah terbangun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.