Ekspansi Whoosh ke Surabaya Ditunda, Pemerintah Fokus Benahi Keuangan
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Gunung Semeru. Istimewa
Harianjogja.com, LUMAJANG—Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Selasa (malam). Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau dari Pos Pengamatan setempat.
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 21.50 WIB dengan kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau mencapai 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kolom abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur dan tenggara. Arah sebaran abu ini menyesuaikan dengan kondisi angin di sekitar puncak saat erupsi berlangsung.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 119 detik,” tuturnya.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami delapan kali erupsi sepanjang Selasa. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.17 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut tebal.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Sehubungan dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Zona tersebut dinilai rawan terhadap potensi awan panas guguran.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu [pijar],” katanya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak aliran lahar seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru dalam beberapa waktu terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.