Sultan Dorong Kerajinan Jogja Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
Bendera Amerika Serikat. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Amerika Serikat melalui Badan Intelijen Pusat (CIA) disebut tengah menyiapkan langkah senyap untuk membangun kehadiran permanen di Venezuela, sebagai bagian dari upaya memengaruhi arah masa depan politik negara Amerika Latin tersebut. Informasi ini dilaporkan CNN pada Selasa (27/1) dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Laporan itu mengungkapkan koordinasi intens antara CIA dan Departemen Luar Negeri AS guna merancang bentuk aktivitas Amerika Serikat di Venezuela, baik untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam skema tersebut, Departemen Luar Negeri diperkirakan akan memegang peran sebagai representasi diplomatik resmi AS di negara itu dalam jangka panjang.
Sebelum pembukaan kedutaan secara resmi, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut kemungkinan mengandalkan kantor cabang CIA sebagai pintu masuk awal. Kantor ini akan berfungsi menjalin kembali kontak informal dengan berbagai faksi politik di Venezuela, sekaligus membuka jalur komunikasi awal yang belum dapat ditempuh melalui mekanisme diplomasi formal.
Sumber yang dikutip CNN menyebutkan, CIA juga berpeluang memberikan pengarahan intelijen kepada sejumlah pejabat Venezuela, khususnya terkait pihak-pihak yang dinilai sebagai lawan strategis Amerika Serikat, seperti China, Rusia, dan Iran.
“Mendirikan kantor cabang adalah prioritas utama. Sebelum jalur diplomatik dibuka, kantor cabang dapat membantu membangun saluran penghubung, yang akan dilakukan dengan intelijen Venezuela, dan itu memungkinkan terjadinya percakapan yang tidak bisa dilakukan oleh para diplomat,” kata seorang mantan pejabat pemerintah AS yang mengetahui rencana tersebut, seperti dikutip CNN.
Situasi politik Venezuela sendiri memanas setelah pada 3 Januari Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York atas tuduhan terlibat dalam kasus yang disebut otoritas AS sebagai “narko-terorisme.”
Dalam persidangan di pengadilan New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan. Menyusul operasi tersebut, pemerintah Venezuela mengajukan permintaan digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membahas tindakan Amerika Serikat.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian mengambil langkah sementara dengan mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia secara resmi dilantik sebagai presiden sementara dalam sidang Majelis Nasional pada 5 Januari, di tengah dinamika politik dan tekanan internasional yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sri Sultan HB X membuka INACRAFT Festival 2026 di JEC. Festival ini diharapkan memperluas pasar global kerajinan Jogja dan Indonesia.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.