Polri Usut Beras Fortifikasi, 5 Merek Diduga Tak Sesuai Label
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Bendera Amerika Serikat. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Amerika Serikat melalui Badan Intelijen Pusat (CIA) disebut tengah menyiapkan langkah senyap untuk membangun kehadiran permanen di Venezuela, sebagai bagian dari upaya memengaruhi arah masa depan politik negara Amerika Latin tersebut. Informasi ini dilaporkan CNN pada Selasa (27/1) dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Laporan itu mengungkapkan koordinasi intens antara CIA dan Departemen Luar Negeri AS guna merancang bentuk aktivitas Amerika Serikat di Venezuela, baik untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam skema tersebut, Departemen Luar Negeri diperkirakan akan memegang peran sebagai representasi diplomatik resmi AS di negara itu dalam jangka panjang.
Sebelum pembukaan kedutaan secara resmi, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut kemungkinan mengandalkan kantor cabang CIA sebagai pintu masuk awal. Kantor ini akan berfungsi menjalin kembali kontak informal dengan berbagai faksi politik di Venezuela, sekaligus membuka jalur komunikasi awal yang belum dapat ditempuh melalui mekanisme diplomasi formal.
Sumber yang dikutip CNN menyebutkan, CIA juga berpeluang memberikan pengarahan intelijen kepada sejumlah pejabat Venezuela, khususnya terkait pihak-pihak yang dinilai sebagai lawan strategis Amerika Serikat, seperti China, Rusia, dan Iran.
“Mendirikan kantor cabang adalah prioritas utama. Sebelum jalur diplomatik dibuka, kantor cabang dapat membantu membangun saluran penghubung, yang akan dilakukan dengan intelijen Venezuela, dan itu memungkinkan terjadinya percakapan yang tidak bisa dilakukan oleh para diplomat,” kata seorang mantan pejabat pemerintah AS yang mengetahui rencana tersebut, seperti dikutip CNN.
Situasi politik Venezuela sendiri memanas setelah pada 3 Januari Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York atas tuduhan terlibat dalam kasus yang disebut otoritas AS sebagai “narko-terorisme.”
Dalam persidangan di pengadilan New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan. Menyusul operasi tersebut, pemerintah Venezuela mengajukan permintaan digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membahas tindakan Amerika Serikat.
Mahkamah Agung Venezuela kemudian mengambil langkah sementara dengan mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia secara resmi dilantik sebagai presiden sementara dalam sidang Majelis Nasional pada 5 Januari, di tengah dinamika politik dan tekanan internasional yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri mengusut dugaan beras fortifikasi tak sesuai label pada lima merek. Sebanyak 1.194 kemasan disita dengan nilai Rp155,2 juta.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Kamis 22 Oktober 2026. Simak daftar harga jual dan buyback semua ukuran.
BGN DIY mengevaluasi uji coba MBG prasmanan di Sentolo dan Turi. Perluasan layanan masih menunggu kesiapan teknis dan arahan pusat.
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Jepang mewajibkan skrining TBC bagi WNI yang akan tinggal jangka menengah hingga panjang. Simak jadwal, prosedur, biaya, dan pengecualiannya.
PSM Makassar menjamu Persebaya Surabaya pada 22 Oktober 2026. Simak jadwal, prediksi pemain, performa terkini, dan rekor pertemuan kedua tim.