SIM Habis Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus Masih Aman
SIM yang habis saat libur 14–15 Mei 2026 di DIY masih bisa diperpanjang tanpa denda pada 16 Mei 2026. Simak syarat lengkapnya.
Peta India dan Pakistan. - ist
Harianjogja.com, JOGJA—Usulan Pakistan membentuk blok Asia Selatan tanpa India dinilai tidak realistis karena mengabaikan dominasi geopolitik dan ekonomi New Delhi di kawasan.
Melansir laporan Daily Mirror, Jumat (2/1/2026), Pakistan mendorong perluasan kerja sama trilateral antara Pakistan, Bangladesh, dan China menjadi aliansi Asia Selatan yang lebih luas. Meski bertujuan untuk menantang dominasi tradisional India, gagasan yang digulirkan oleh Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar
dipandang memiliki kesenjangan strategis yang fatal.
Para analis menilai kehadiran India adalah prasyarat mutlak bagi integrasi regional yang bermakna. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dan kekuatan ekonomi terbesar kelima global, India memegang kendali atas pasar Asia Selatan.
Perekonomian India tercatat kira-kira 12 kali lebih besar dibandingkan Pakistan. Dengan skala ekonomi sebesar itu, setiap blok regional yang dibentuk tanpa melibatkan India diprediksi akan kehilangan kredibilitas, daya tawar finansial, dan skala pasar yang memadai bagi negara-negara anggotanya.
Sejarah mencatat bahwa South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) mengalami kemandekan akibat kebuntuan hubungan India-Pakistan. Pembentukan blok baru yang justru mengecualikan India diyakini hanya akan mengulang disfungsi serupa.
Negara-negara kecil di kawasan, seperti Sri Lanka, Nepal, dan Maladewa, diprediksi akan enggan bergabung dengan aliansi yang memusuhi New Delhi. Hal ini dikarenakan ketergantungan mereka yang sangat tinggi terhadap India dalam sektor perdagangan, jalur transit, hingga bantuan darurat.
Peran India sebagai "pemimpin yang tak tergantikan" di kawasan semakin nyata saat pandemi lalu, di mana New Delhi menjadi pemasok utama vaksin dan bantuan medis bagi negara tetangganya. Memutus hubungan dengan India dinilai dapat mengancam jalur logistik dan keamanan nasional negara-negara kecil di Asia Selatan.
Gagasan Pakistan ini juga dibaca sebagai upaya diplomasi untuk mencari pengaruh dengan memanfaatkan hubungan eratnya dengan China. Langkah ini diambil setelah India mulai beralih fokus ke forum regional lain seperti BIMSTEC yang sengaja tidak melibatkan Pakistan.
Namun, keterlibatan dominan China justru dikhawatirkan akan mengubah karakter blok tersebut menjadi sekadar perpanjangan kepentingan poros Beijing-Islamabad. Hal inilah yang membuat negara-negara Asia Selatan lainnya cenderung bersikap hati-hati.
Pada akhirnya, visi koalisi Asia Selatan tanpa India dinilai lebih sebagai fantasi diplomatik. Solusi yang lebih praktis bagi kemajuan kawasan tetaplah merevitalisasi institusi regional yang sudah ada dan memperbaiki kebuntuan hubungan India-Pakistan, karena secara geopolitik, seluruh jalan di kawasan ini tetap bermuara ke New Delhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.