Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Ratusan rumah warga di Kelurahan Mangunharjo dan Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terendam banjir setelah sejumlah talud Sungai Plumbon kembali jebol, Jumat (26/12/2025). Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa setelah talud sungai yang sama jebol di RW 004 Mangunharjo pada 10 Desember 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya empat titik talud Sungai Plumbon yang mengalami kerusakan. Titik tersebut berada di Kelurahan Mangunharjo, yakni RT 006 RW 004 dan RT 002 RW 004, serta di Kelurahan Mangkang Kulon, RT 002 RW 003.
Salah satu warga Mangunharjo, Akhiar, mengatakan air mulai meluap dari Sungai Plumbon sekitar pukul 14.30 WIB. Tidak berselang lama, talud jebol dan air langsung masuk ke permukiman warga.
“Sekitar setengah tiga sore air mulai melimpas. Tidak lama kemudian tanggul jebol dan air masuk ke rumah-rumah,” ujar Akhiar saat dihubungi, Jumat malam.
Ia menjelaskan, derasnya aliran air membuat permukiman tergenang dengan cepat. Ketinggian air di dalam rumah warga mencapai sekitar satu meter. Beruntung, warga sempat menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
“Setelah air surut, kami langsung membersihkan lumpur yang masuk ke rumah,” katanya.
Warga berharap perbaikan talud dapat segera dilakukan sebagai langkah penanganan darurat, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Ratusan KK Terdampak
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, membenarkan banjir di wilayah Mangunharjo dan Mangkang Kulon dipicu jebolnya talud Sungai Plumbon yang tidak mampu menahan debit air saat hujan deras.
“Ketinggian air rata-rata sekitar 50 sentimeter. Di Kelurahan Mangkang Kulon terdapat 15 kepala keluarga terdampak, sedangkan di Kelurahan Mangunharjo di RT 001, RT 005, dan RT 006 jumlahnya mencapai sekitar 300 KK,” ujar Endro.
Selain itu, banjir juga melanda Perumahan Mangkang Indah, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan. Di kawasan tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Endro menjelaskan, banjir di Perumahan Mangkang Indah disebabkan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga air meluap dan menggenangi permukiman.
“Warga terdampak di Perum Mangkang Indah tersebar di RT 001 hingga RT 013 RW 002, dengan jumlah sekitar 500 KK atau kurang lebih 1.200 jiwa,” ungkapnya.
BPBD memastikan banjir di tiga wilayah tersebut saat ini berangsur surut. Namun, limpasan air meninggalkan endapan lumpur yang membuat jalan serta rumah warga memerlukan pembersihan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.