Jepang vs Brasil! Zion Suzuki Pede Hadapi Ujian Berat Piala Dunia
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Foto ilustrasi pengasuhan anak dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGpt.
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis anak Mesty Ariotedjo menegaskan bahwa kehadiran aktif ayah dalam pengasuhan bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor penting yang membentuk perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak secara menyeluruh.
"Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah bukan sekadar ‘bonus’ dalam pengasuhan, melainkan komponen penting yang membentuk perkembangan anak secara holistik,” ujar Mesty dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (10/10/2025).
CEO Tentang Anak ini mengatakan Indonesia memiliki tantangan nyata yang signifikan di mana menurut data BKKBN, satu dari lima anak Indonesia tumbuh tanpa kehadiran aktif figur ayah, atau fenomena yang dikenal sebagai masalah “fatherless”.
Maka itu, Tentang Anak melalui brand perawatan anak Expert Care berinisiatif mengubah paradigma pengasuhan di Indonesia dengan mendorong peran aktif ayah dalam tumbuh kembang anak dengan tagar #AyahJugaBisa.
Gerakan #AyahJugaBisa hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan peran dalam pengasuhan, serta memberikan dukungan praktis bagi para ayah yang ingin lebih terlibat.
Edukasi ini berupa rangkaian rutinitas yang bisa dibangun antara ayah dan anak dalam kegiatan sehari-hari dan meningkatkan momen kedekatan yang menyenangkan bagi anak maupun orang tua.
Di antaranya setelah mandi atau sebelum tidur ayah bisa melakukan rutinitas sederhana dengan mengoleskan lotion kepada anak, memberikan rasa hangat dengan menggunakan minyak telon dengan formula lembut, menyisir rambut dan melakukan rutinitas menyikat gigi bersama.
"Kami percaya bahwa ketika ayah dan ibu berjalan beriringan dalam pengasuhan, mereka menciptakan fondasi yang kokoh bagi tumbuh kembang anak. Dari kelembutan dan kehadiran orangtua, tumbuh generasi Indonesia yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan," tambah Mesty.
Edukasi ini juga menghadirkan figur publik dan juga seorang ayah Dion Wiyoko, yang menyadari bahwa anak bukan hanya membutuhkan kehadiran ayah tapi juga kelembutan dan kasih sayang.
Dion mengatakan gerakan ini bisa menjadikan ajakan bagi semua ayah untuk hadir sepenuh hati untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
"Betapa berharganya setiap momen bersama mereka—baik saat memandikan, membacakan dongeng sebelum tidur, atau sekadar bermain bersama. Gerakan #AyahJugaBisa bersama Expert Care menjadi ajakan bagi kita semua sebagai ayah untuk hadir sepenuh hati, karena tumbuh kembang optimal anak ditentukan oleh cinta yang mereka rasakan hari ini,” ujar Dion.
Lewat kampanye #AyahJugaBisa, Expert Care ingin menumbuhkan budaya pengasuhan baru di Indonesia, di mana ayah dan ibu bergerak bersama, saling melengkapi, dan memberikan ruang terbaik bagi anak untuk tumbuh optimal.
Gerakan ini menandai lahirnya cara pandang baru yaitu meninggalkan dari pola pikir lama yang membatasi peran ayah, menuju masa depan di mana setiap ayah Indonesia bangga hadir dalam merawat dan mendampingi anaknya dengan kelembutan, ketenangan, serta dukungan berbasis ilmu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.