AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan minyak raksasa asal Amerika Serikat, Exxon Mobil, mengumumkan langkah restrukturisasi besar-besaran yang akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.000 tenaga kerja di berbagai belahan dunia. Angka ini setara dengan 3% hingga 4% dari total karyawan perusahaan secara global.
Dilansir Reuters, Rabu (1/10/2025), pemangkasan ini dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk menekan biaya operasional dan menyesuaikan diri dengan tantangan pasar energi global di tengah tren melemahnya harga minyak dunia.
BACA JUGA: Indeks Literasi Bantul Tinggi
Pemangkasan tenaga kerja Exxon Mobil ini secara spesifik berfokus pada dua kawasan utama, yakni Kanada dan Eropa. Untuk kawasan Eropa dan Uni Eropa, sekitar 1.200 pekerja di Norwegia dan negara-negara Uni Eropa akan dipangkas secara bertahap hingga akhir tahun 2027.
Presiden Exxon Mobil Eropa, Philippe Ducom, menyatakan restrukturisasi ini diperlukan agar perusahaan tetap kompetitif. Pemangkasan ini terjadi di tengah kritik CEO Exxon, Darren Woods, terhadap regulasi keberlanjutan Uni Eropa yang dinilai berpotensi menjatuhkan denda besar.
Meski menutup sejumlah kantor kecil, Exxon tetap berencana membangun kantor baru di kilang Antwerp, Belgia, yang akan menjadi pusat teknologi baru di Eropa.
Sementara untuk Kanada, PHK terjadi untuk pekerja di Imperial Oil, produsen minyak yang mayoritas sahamnya dimiliki Exxon. Pengumuman ini mengikuti perampingan serupa yang telah diumumkan Imperial Oil sehari sebelumnya. Sedangkan di Singapura, PHK dilakukan untuk 500 karyawan.
Adapun PHK di Singapura juga diiringi dengan pemindahan kantor dari kawasan Harbour Front ke kilang Jurong, yang akan diperluas menjadi fasilitas baru. Sedangkan, karyawan yang terdampak di Singapura dijadwalkan akan diberitahu paling lambat Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.
LPS mempertahankan bunga penjaminan hingga Januari 2027. Simpanan rupiah bank umum tetap 3,75%, BPR 6,25%, dan valas 2%.
DPR dan Kemenimipas sepakat membongkar fasilitas “apartemen” Lapas Cibinong setelah seluruh barang bukti didokumentasikan dan diamankan.
Aturan wajib halal pakaian jadi segera berlaku. IKM maklon khawatir terbebani sertifikasi, sementara industri hulu tekstil mengaku siap.
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.