Kemenperin Gelar Batik City Run 2025, Sasar Kalangan Muda

Newswire
Newswire Selasa, 09 September 2025 18:07 WIB
Kemenperin Gelar Batik City Run 2025, Sasar Kalangan Muda

Paniti menunjukkan jersey Batik City Run 2025. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) akan menggelar Batik City Run 2025 dijadwalkan pada 12 Oktober 2025 mendatang di Kota Jogja.

Kegiatan ini sekaligus sebagai penanda dimulainya puncak kegiatan Hari Batik Nasional (HBN) 2025 sekaligus menyambut pengukuhan Jogja sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober.

Kepala BBSPJIKB Jonni Afrizon menjelaskan kegiatan itu untuk mengenalkan batik kepada masyarakat dengan harapan batik tidak hanya digunakan untuk acara resmi saja namun juga aktivitas lain seperti olahraga. Selain itu sebagai jembatan agar generasi muda lebih dekat dengan batik melalui aktivitas lari yang saat ini sedang tren kalangan anak muda.

BACA JUGA: Tak Sekadar Pakaian, Batik Bisa Jadi Alat Perlawanan

Kegiatan olahraga tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menyatukan gaya hidup sehat dengan kecintaan terhadap batik. "Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, melihat batik bukan hanya busana formal, tetapi bagian dari identitas sehari-hari yang bisa tampil keren, modern membanggakan ke dunia internasional,” katanya Selasa (9/9/2025).

Selain itu harapannya dapt menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO. Ia optimistis langkah kecil tersebut dapat memberi dampak besar dalam menjaga keberlangsungan batik Indonesia di masa depan.

"Mengapa kita menggelarnya di Jogja karena kami ingin mengundang orang lebih banyak datang ke Jogja, melihat Jogja sebagai kota warisan dunia dengan batiknya sudah terkenal," ucapnya.

Race Director Batik City Run Ricky Kurniawan menambahkan kegiatan ini akan digelar dengan start dan finish di Benteng Vredeburg – Malioboro. Ajang lari ini membuka dua kategori, yakni 5K dan 3K, dengan target sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari pelari profesional, komunitas lari, masyarakat umum, serta pelaku industri batik.

"Start akan dimulai dari Vredeburg kemudian ke titik nol ilometer ke timur dan melintasi Jalan Sultan Agung, nanti ada pemberhentian water station di Balai Batik Jalan Kusumanegara," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online